Friday, March 27, 2015

MENCACI Maki POHON Dapat Membuatnya TUMBANG

Ada salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan, yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ? Ayo cepat ! Dasar lelet! Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan? Jangan main-main disini! Berisik ! Bising !

Atau, pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel ? Kenapa sih makan aja berceceran ? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati? Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak! Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa ! Aduh. Perempuan kampungan banget sih !?

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya? E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesel? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?

Ingatlah ! Setiapkali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini.
Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak.

Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.

Sunday, March 22, 2015

Konspirasi Soeharto, CIA dan Freeport





Pada sekitar tahun 1961, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak dan tambang-tambang asing di Indonesia. Minimal 60% dari keuntungan perusahaan minyak asing harus menjadi jatah Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka, gerah dengan peraturan itu. Akibatnya, skenario jahat para elite dunia akhirnya mulai direncanakan terhadap negeri tercinta, Indonesia. Pada akhir 1996, sebuah artikel yang ditulis oleh Lisa Pease dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA, and Freeport“

Dominasi FREEPORT atas “gunung emas” Papua dimulai sejak 1967, tapi kiprahnya di negeri ini ternyata sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Lisa Pease menuliskan jika FREEPORT Sulphur (nama awal perusahaan tersebut) nyaris bangkrut ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba pada 1959. Saat itu di Kuba, Fidel Castro menghancurkan rezim diktator Batista. Seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. FREEPORT Sulphur yang hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya dari Kuba, terkena imbasnya. Maka terjadi ketegangan di Kuba. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO FREEPORT Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro, tapi berkali-kali pula gagal.

Pada Agustus 1959, Forbes Wilson-Direktur FREEPORT Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg di Irian Barat. Laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat tersebut ditulis Jean Jacques Dozy pada tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Namun, Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan kemudian membacanya.

Van Gruisen bercerita jika selain memaparkan keindahan alamnya, juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, tidak tersembunyi di dalam tanah! Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Jika saja laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Copper Mountain -> http://adf.ly/18UvvH

Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar! Semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah! Wilson juga mendapat temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi tembaga, gunung tersebut juga dipenuhi emas dan perak! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar hanya dalam waktu tiga tahun saja.

Ia bergerak cepat. Pada 1 Februari 1960, FREEPORT Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. Lagi-lagi FREEPORT Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy. Namun, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Presiden AS, JFK mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat.

Belanda yang saat itu memerlukan dana untuk membangun kembali negerinya dari kehancuran PD II, mengalah dan mundur dari Irian Barat. Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Jika Belanda tahu, maka bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tak ada apa-apanya dibanding dengan nilai emas yang ada di gunung. Belanda mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dgn East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin FREEPORT marah besar. Apalagi mendengar JFK menyiapkan bantuan ekonomi ke Indonesia sebesar 11 juta US$ via IMF & WB. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden JF. Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan JFK adalah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis di Amerika & dunia. Presiden Johnson yang menggantikan JF. Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Presiden Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Tokoh di belakang Johnson dalam kampanye pemilihan presiden AS 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi FREEPORT. Augustus C.Long, tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain terkait FREEPORT, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California).

Soekarno pada 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60% labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini. Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital New York, dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika Presbysterian Hospital merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. 1965, Long terpilih sbg Direktur Chemical Bank, Rockefeller dan anggota dewan penasehat intelijen kepresidenan AS untuk luar negeri. Kedua Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long adalah tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, dengan menggerakkan sejumlah perwira TNI AD yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Menurut pengamat sejarawan LIPI, Dr Asvi Marwan Adam, Soekarno benar-benar ingin SDA Indonesia dikelola oleh anak bangsa sendiri. Arsip Kedubes AS mengungkapkan pada 15 Desember 1965 sebuah tim pimpinan Chaerul Saleh di Cipanas membahas nasionalisasi perusahaan asing. Soeharto yang pro-pemodal asing, datang dengan helikopter dan menyatakan ke forum bahwa ia dan TNI AD tidak setuju rencana nasionalisasi itu. “Soeharto sangat berani saat itu, Bung Karno juga tidak pernah memerintahkan seperti itu,” kata Asvi.

Sebelum 1965, seorang taipan AS menemui Soekarno. Dan menyatakan keinginan berinvestasi di Papua. Tapi Soekarno menolak secara halus. “Saya sepakat dan itu tawaran menarik. Tapi tidak untuk saat ini, coba tawarkan kepada generasi setelah saya,” ujar Asvi menirukan Soekarno. Soekarno berencana modal asing baru masuk Indonesia 20 tahun lagi, setelah putra-putri Indonesia siap mengelola. Orang Indonesia belum memiliki pengetahuan tentang alamnya sendiri. Sebagai persiapan, Soekarno mengirim mahasiswa belajar ke negara-negara lain. Soekarno membuat tembok dan mempersiapkan calon pengelola negara. Tapi usaha pihak luar yang ingin mendongkel kekuasaan Soekarno juga kuat!

Pada 1964, seorang peneliti diberi akses untuk membuka dokumen penting Deplu Pakistan dan menemukan surat dari duta besar Pakistan di Eropa. Dalam surat per Desember 1964, diplomat itu menyampaikan informasi rahasia intel Belanda yang mengatakan Indonesia segera beralih ke Barat. Lisa menjelaskan maksud dari informasi itu adalah akan terjadi kudeta di Indonesia oleh partai komunis (PKI) G30SPKI. Sebab itu, TNI AD memiliki alasan kuat untuk menamatkan Partai Komunis Indonesia, setelah itu membuat Soekarno menjadi tahanan.

Telegram rahasia Deplu Negeri AS ke PBB April 1965 menyebut FREEPORT Sulphur sudah sepakat dengan Indonesia untuk penambangan puncak Erstberg Papua. Salah satu bukti - Telegram rahasia Cinpac 342, 21/1/65 21.48, yang mnyatakan ada pertemuan para panglima tinggi dan pejabat TNI AD. Pertemuan para panglima tinggi dan pejabat TNI AD Indonesia membahas rencana darurat bila Presiden Soekarno meninggal. Namun kelompok yang dipimpin Jenderal Soeharto tersebut ternyata bergerak lebih jauh dari rencana itu. Jenderal Soeharto justru mendesak TNI Angkatan Darat agar mengambil alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan.

Mantan pejabat CIA, Ralph McGehee jg pernah bersaksi bahwa semuanya tentang cerita itu memang benar adanya. Maka dibuatlah PKI sebagai kambing hitam tersangka pembunuhan Tujuh Jenderal yang pro Soekarno melalui G30SPKI yang didalangi oleh PKI. Peristiwa ini dikenal oleh pro-Soeharto sbg G30SPKI dan disebut juga Gestapu (Gerakan Tiga Puluh) September oleh pro-Soekarno. Setelah pecahnya peristiwa G30SPKI, keadaan negara Indonesia berubah total 180 derajat dari berbagai sisi. Terjadi kudeta terencana yang mengubah isi Supersemar 1966, yg akhirnya isi dari surat perintah itu disalahartikan.

Dalam Supersemar, Soekarno memberi mandat untuk mengatasi keadaan negara yang kacau kepada Soeharto, bukan menjadikannya presiden. Probe Maret-April 1996, Lisa Pease menulis bahwa pada November 1965, Forbes Wilson ditelepon Ketua Dewan Direktur FREEPORT, Langbourne Williams. Langbourne Williams menanyakan kpd Forbes Wilson, “Apakah FREEPORT sudah siap untuk mengekplorasi gunung emas di Irian Barat?” Forbes Wilson kaget dan tidak percaya tentang pertanyaan itu mengingat kerasnya Soekarno menentang perusahaan asing. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden RI hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke FREEPORT?

Petinggi FREEPORT sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting dalam lingkaran elit RI. Maka usaha Freeport untuk masuk ke Indonesia akan mudah. Namun penandatanganan kontrak dengan FREEPORT dilakukan oleh menteri Pertambangan selanjutnya yaitu Ir. Slamet Bratanata. Selain itu juga ada seorang bisnisman sekaligus “makelar” untuk perusahaan-perusahaan asing yaitu Julius Tahija. Julius Tahija berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan FREEPORT.
Dalam bisnis Julius Tahija menjadi pelopor keterlibatan pengusaha lokal dgn perusahaan multinasional, termasuk PT. FREEPORT Indonesia. Sedangkan Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam TNI AD, karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebagai bukti: Pengesahan UU No 1/1967 Penanaman Modal Asing yang dirancang di Jenewa, didektekan oleh Rockefeller-Bilderberger. Maka, FREEPORT menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto. Bahkan beberapa bulan sebelumnya pada 28 Februari 1967 secara resmi pabrik BATA juga diserahkan oleh Pemerintah RI kepada pemiliknya. Penandatanganan perjanjian pengembalian pabrik Bata dilakukan pada bulan sesudahnya, yaitu tanggal 3 Maret 1967. Penandatangan penyerahan kembali pabrik Bata dilakukan oleh Drs. Barli Halim, pihak Indonesia dan Mr. Bata ESG Bach.

Perjanjian pertama Indonesia - FREEPORT untuk mengeksploitasi tambang di Irian Jaya ditandatangani pada 7 April 1967. FREEPORT diperkirakan menginvestasikan 75 hingga 100 juta US$ dalam perjanjian tanggal 7 April 1967 itu. Penandatanganan dilakukan di Departemen Pertambangan RI. Indonesia diwakili oleh Menteri Pertambangan Ir. Slamet Bratanata. FREEPORT diwakili Robert C. Hills (Presiden Freeport Shulpur) & Forbes K. Wilson (Presiden Freeport Indonesia), anak perusahan di Indonesia. Penandatanganan perjanjian disaksikan pula oleh Duta Besar AS utk Indonesia, Marshall Green. FREEPORT mendapat hak konsensi lahan penambangan seluas 10.908 ha untuk kontrak 30 tahun lamanya di Papua.

Pada Desember 1972 pengapalan 10.000 ton tembaga Papua pertama kali dilakukan dengan tujuan Jepang dari FREEPORT. Kontrak inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan UU Pertambangan No. 11 tahun 1967 yang disahkan pada Desember 1967. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak perusahaan asing menguntungkan Indonesia, sejak Soeharto berkuasa, kontrak-kontrak itu merugikan Indonesia. Setelah itu juga ikut ditandatangani kontrak eksplorasi nikel di Irian Barat area Waigee Sentani oleh PT Pacific Nickel Indonesia. Perjanjian dilakukan E. OF Veelen (Koninklijke Hoogovens), Soemantri Brodjonegoro (Menteri Pertambangan RI) & RD Ryan (U.S. Steel). Pacific Nickel Indo - yg didirikan Dutch Koninklijke Hoogovens, Wm.H.MÜLLER, US Steel, Lawsont Mining&Sherritt Gordon Mines Ltd.

Banyak keganjilan dan konspirasi terselubung dalam perjanjian-perjanjian pertambangan ini. Ada beberapa fakta terkait hal tsb. Penambangan oleh FREEPORT, apakah mereka benar-benar menambang tembaga? Tidak! namun juga EMAS! Diperjanjiannya tertulis Tembaga saja. Pada masa itu tak ada media, bagaimana jika semua ahli geologi Indonesia dan para pejabat yang terkait di dalamnya diberi setumpuk uang? Penambangan oleh Pasific Nickel apakah mereka benar-benar menambang nikel? Mereka menambang PERAK, namun diperjanjiannya tertulis NIKEL! Begitulah perjanjian-perjanjian pengeksplotasian tambang Indonesia dilakukan tak wajar, tak adil dan terus-menerus sampai sekarang.

Kekayaan alam Indonesia pun digadaikan, terjual, dirampok, tanpa mensejahterakan rakyat Indonesia selama puluhan tahun. Untuk membangun pertambangan emas itu, FREEPORT mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham Bechtel, sedang mantan Direktur CIA Richards Helms sebagai konsultan internasional pada 1978. Tahun 1980 FREEPORT menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dengan laba >1,5 miliar US$/tahun.

Pada 1996, seorang eksekutif FREEPORT-McMoran, George A.Maley, menulis buku berjudul “Grasberg” setebal 384 halaman  -> http://adf.ly/18UyYr

Buku Grasberg memaparkan tambang emas Papua memiliki deposit terbesar dunia dan tembaganya menempati urutan ketiga terbesar di dunia. Data 1995 menunjukkan jika area ini tersimpan cadangan tembaga kurang lebih 40,3 miliar US$ dan akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Maley dengan bangga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Papua adalah yg termurah didunia! Istilah Tembagapura itu salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung itu memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas-tembaga terserak di permukaan tanah, FREEPORT tinggal memungut dan kemudian menggalinya dengan sangat mudah.

FREEPORT membangun pipa-pipa raksasa dari Tambang Grasberg (Grasberg Mine) sepanjang 100 km langsung menuju ke Laut Arafuru. Di Laut Arafuru telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Kesaksian reporter CNN yang diizinkan meliput areal FREEPORT dari udara melihat gunung emas yang ditahun 90-an telah berubah menjadi lembah. FREEPORT mengambil emas dan meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai dan tanah Papua hingga ratusan tahun kedepan. FREEPORT juga merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini di era Soeharto, dari sipil hingga militer.
FREEPORT sendiri menganggarkan dana untuk itu yg jumlahnya sangat besar bagi kita, tapi bagi mereka terbilang kecil karena besarnya laba emas. Itu pula yang menjadi sebab siapapun presiden RI kedepannya, tak akan pernah mampu untuk mengubah perjanjian dan keadaan ini. Bila ada yang berani mengganggu FREEPORT, maka mereka akan menggunakan sluruh kekuatan politik, media, dan militernya utk menyerang kembali. Kerusuhan, adu domba, agen rahasia, mata-mata, akan disebar agar rakyat merasa tak aman, tak puas, dan meruntuhkan kepemimpinan tersebut.

Inilah warisan orde baru (NEW ORDER=New World Order) di era kepemimpinan rezim dan diktator Soeharto selama kurang lebih tiga dekade. Soeharto The Smilling General, presiden satu-satunya di dunia yang sudi melantik dirinya sendiri menjadi Jenderal bintang lima! Soeharto sukses menjual kekayaan alam dari dasar laut hingga puncak gunung, dari Sabang-Merauke, yaitu negeri tercinta, Indonesia.

Kami tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi bukan kami punya. Kami hanya menjual buah-buah pinang - Papua.

Generasi muda Indonesia perlu menyadari betapa KAYA negeri ini! INDONESIA.

Beberapa sumber terkait pembahasan FREEPORT bisa Anda baca di Kaskus http://adf.ly/18V0ET 
 "Kutitipkan Bangsa & Negara ini kepadamu" - Soekarno. Semoga Tuhan memberkati Indonesia.


SUMBER


Saturday, March 21, 2015

Membongkar Fakta Kebusukan Kapitalis Rokok



Saya akan menyampaikan beberapa hal tentang buku "A Giant Pack of Lies", yang saya tulis bersama tim AJI Jakarta. Awal 2012, buku yang mengulas betapa digdaya dan berkuasa industri rokok di Indonesia ini terbit. Sampai hari ini, masih banyak yang menanyakan di mana bisa membeli buku tersebut. Sayang, buku tersebut belum dicetak ulang. Buku ini cukup menguras emosi, 3 laptop, 1 kamera, 2 hard disk eksternal saya "dicuri" dalam proses pembuatannya. Saya didatangi lobbyist dari Singapura, menawarkan beasiswa S2, PhD, di mana pun. Syaratnya, lupakan urusan buku. Berbagai hal tersebut justru membuat saya dkk makin bertekad.

Dengan segala liku-liku, akhirnya buku terbit di awal 2012. Karena modal cekak, buku tidak masuk ke jaringan toko dan hanya beredar khusus buat yang berminat. Sengaja saya tidak terima funding asing untuk cetak ulang. Agar tak ada tuduhan bahwa ini buku hasil kepentingan asing. Buku ini semata didorong keberpihakan pada kepentingan publik. Sama sekali tak ada urusan dengan kepentingan asing. Buku ini saya buka dengan bab 1 yang berjudul "SAYA TIDAK ANTI ROKOK". Itu sikap saya. Yang saya soroti terutama arsip "TOP SECRET Tobacco Document" di perpustakaan University California San Fransisco.

Di situ terungkap aksi agresif yang membuat anak-anak jadi perokok usia dini, yang di Indonesia meningkat 500% pada tahun 90-an. Tumpukan dok rahasia ini adalah milik 7 raksasa industri rokok yang diperintahkan pengadilan AS menyetor seluruh arsip. Kenapa? Karena banyak gugatan konsumen menemui jalan buntu lantaran industri tidak mau membeberkan data. 3000an dari 40 ribu berkas dokumen di perpustakaan UCSF itu mengenai sepak terjang Philip Morris, BAT, di Indonesia. Tentang praktik mempengaruhi regulasi, melobi parlemen, membayar ilmuwan & wartawan, demi menguasai pasar rokok di sini.

Dalam salah satu dokumen, terungkap juga mereka menyewa detektif untuk memata-matai beberapa aktivis proregulasi rokok. Saya ingin klarifikasi: Buku saya tidak menganjurkan industri rokok ditutup, tidak melarang petani tanam tembakau. Karena pasar perokok di negeri ini besar: 60-80 juta perokok, mereka tak mungkin berhenti merokok hanya karena ada regulasi. Pasar perokok yang besar itu tentu butuh industri & petani tembakau. Tapi, harus ada etika tidak menyasar anak muda. 3000an file TOP SECRET yang saya teliti mengungkapkan strategi industri rokok menggarap pasar Indonesia yang ranum. Pasar yang aduhai: banyak anak muda, edukasi rendah, pemerintahnya tak peduli public health, parlemen gampang dibayar.

Dok Juli, 1992, menunjukkan BAT di London & Jakarta menggagalkan pasal RUU Kesehatan 1992, yang menyebut rokok adiktif. Operasi berhasil hanya dalam 4 bulan. September 1992, UU Kesehatan disahkan tanpa menyebut rokok sebagai produk adiktif. Resonansi kejadian itu muncul dalam skandal penghilangan ayat yang menyebut rokok sebagai adiktif dalam UU Kesehatan 2003. Skandal terbukti. Ribka Tjiptaning, yang memerintah staf DPR mencabut ayat tersebut, hanya dikenai sanksi administratif.




Giant Pack of Lies mengundang pro-kontra. Reaksi paling menyakitkan adalah bahwa upaya mendorong regulasi rokok ini didalangi asing. Kubu kontra regulasi rokok berargumen bahwa regulasi rokok berarti membunuh petani tembakau. Dramaqueen. Lebay. Regulasi rokok tidak akan membunuh industri & petani tembakau. Bagaimana bisa mati wong ada 80 juta perokok di negeri ini?
Faktanya, justru industri yang ogah mau beli tembakau petani. Justru impor tembakau dari Cina & Brazil terus meningkat.  Praktik ijon, tengkulak, blandong, membuat harga jatuh saat panen. Akibatnya, petani terbelit utang. Di Lombok, bahkan ada petani yang bunuh diri masuk oven pengering daun tembakau gara-gara tak bisa bayar utang.

Jadi, sebenarnya yang menyusahkan petani tembakau justru ulah industri & tata niaga tembakau. Bukan regulasi rokok. Regulasi rokok hanya sedikiiittt upaya mengerem agresivitas industri menyasar anak muda sebagai target pasar. Supaya baliho, iklan rokok, tidak mengepung kita dari segala penjuru. Anak-anak pun tak boleh membeli rokok secara bebas.  Regulasi juga bertujuan melindungi perokok pasif terpapar asap rokok secara membabi-buta. Hanya itu saja, kok. Mengerem laju anak terjerat rokok terlalu dini. Kalau sudah dewasa, sih, terserah mana suka.  Tapi industri kalang kabut.

Segala daya digelar, menghilangkan ayat UU, disinformasi bahwa petani tak boleh tanam tembakau. Semua jurus digelar. Dibuatlah kesan bhw kalau regulasi diterapkan, pabrik rokok mati besok pagi. Lebay. Yang juga selalu dibawa adalah: kenapa cuma ribut soal rokok? Bagaimana dengan asap knalpot, kolesterol, yang juga bahaya? Kenapa nggak dilarang sekalian warung padang? Bukankah kolesterol dalam tunjang, yang sedap, itu juga bahaya? Tentu kolesterol, timbal, dll juga bahaya. Tak sedikit upaya membangun kesadaran terhadap hal itu. Lalu bayangkan anak balita, yang bapaknya merokok di rumah. Betapa si anak terpapar asap rokok tanpa punya pilihan. Apa yang bisa dilakukan balita, janin dalam kandungan, yang terpapar asap rokok? Mau lari? Kos di rumah tetangga?

Saya yakin kesadaran kesehatan terus meningkat, dengan sendirinya konsumsi rokok berkurang dan perokok lebih santun. Kesadaran kesehatan itu sebuah keniscayaan. Industri rokok tak akan mampu membendungnya. Ini cuma soal waktu.


Jika tertarik, sila donlot versi pdf DISINI


Friday, March 20, 2015

Belajar Membuat Teori Konspirasi Asal-Asalan



Belakangan ini, entah kenapa banyak banget orang yang menyebarkan teori konspirasi tapi yang ngasal gitu. Ada film yang mau keluar, katanya itu propaganda Zionis. Ada artis yang mau konser, ditolak gara-gara dibilang dia boneka Illuminati. Ada bapak-bapak mau jadi presiden, di black campaign, katanya si bapak itu pemuja setan dan suka minum darah perawan, terus nama si bapak itu adalah anagram dari kata-kata "LUCIFER 666"



Kayaknya semua hal sekarang bisa disambung-sambungin (+ngarang dikit) dan jadi teori konspirasi deh. Dan akhirnya teori-teori tersebut digunakan sama oknum-oknum gak bertanggung jawab baut memenuhi kepentingannya. Dan parahnya lagi, masih banyak orang-orang indonesia yang gampang percaya dan jadi korban teori-teori kacangan ini.

Nah, saya mau ngajarin kamu cara bikin teori konspirasi, supaya... Supaya apa ya? Ya buat iseng-iseng kamu aja deh! Misalnya bos kamu nyebelin, kamu bisa bikin gosip kalo dia adalah agen Freemason, atau penghuni baru kosan kamu yang suka ribut malem-malem itu pemuja setan, biar dia diusir.

Gitu deh pokoknya. Yau dah yuk kita mulai.

1. Kenali Teori Konspirasi Yang Sudah Populer

Kalo kamu emang warga internet sejati, pasti beberapa kali udah pernah baca teori konspirasi kan. Ada yang mengenai orang-orang tertentu, kayak John Titor yang ngakunya adalah seorang Time Traveller, pembunuhan John F. Kennedy, dan mitos kalo Paul McCartney sebenernya udah meninggal taun 1966 dan selama ini diganti sama orang yang mirip doang.

Selain itu, ada konspirasi mengenai kejadian-kejadian tertentu kayak 9/11 atau Fake Moon Landing. Terus yang paling rame, konspirasi mengenai organisasi-organisasi yang gak jelas, kayak Illuminati, Freemason, NWE dan Zionis gitu.

Nah abis itu, kamu musti akrabkan diri kamu sama simbol-simbol yang berhubungan erat sama teori-teori tersebut. Antara lain :

freemason

star of david
Star of David dan "The All Seeing Eye" di duit 1 USD

Masih banyak sih simbol-simbol kayak begini di internet, kamu coba gugling sendiri aja.

2. Sambung-sambungin aja semuanya.

Nah, langkah kedua, setelah kamu familiar sama simbol-simbol diatas, adalah menyambung-nyambungkan apapun yang kamu mau jadiin konspirasi sama simbol-simbol diatas. Dan nyambunginnya gak perlu bener-bener jelas. Yang samar-samar juga gapapa, jadi lebih berasa misterius gitu. Nih saya kasih contohnya ya.

Lady Gaga menyimbolkan The All Seeing Eye
Jay-Z juga nih bikin lambang Illuminati
OMG Beyonce juga!
Lho.. Lho kok ?!


Matanya cuma sebelah! Illuminati nih!
Star of David! Zionis!






3. Kreatif

Yang penting sih kamu kreatif aja. Selain bukti-bukti foto, biar teorinya lebih asik lagi, kamu bisa tambahin dengan informasi-informasi absurd yang gak jelas hubungannya dari mana. Informasi itu bisa berupa anagram dari sebuah kata, atau ya kamu sambung-sambungin aja.

Misalnya The Avengers nih, kan anggotanya Capt America, IronMan, Hulk, Thor, Black Widow dan Hawkeye. Mereka berenam. 6. 666. Lambang setan. Atau kamu bisa bikin teori asal kalo teknologi 3G itu sebenernya evil, soalnya 3G singkatannya adalah "Gold Glory Gospel"

Gitu-gitu deh pokoknya. Semuanya bisa kamu sambung-sambungin dan kalo gak nyambung, kamu karang aja! Namanya juga konspirasi kan, gak jelas bener apa enggak. Udah jelas lah ya tutorial kali ini. Sekarang saatnya kamu coba bikin. Nanti kalo udah jadi kasih liat ke saya.


SUMBER


NYAMUK Dibuat Sebagai SENJATA Biologi

Bayangkan jika nyamuk bisa berfungsi sebagai senjata militer. Tentu sangat mengerikan. Para ilmuwan Nazi nyaris menggunakan nyamuk sebagai senjata tempur dalam Perang Dunia II tahun 1939-1945.
Rencana Nazi itu diungkap oleh Dr. Klaus Reinhardt, seorang ahli biologi di University of Tübingen di Jerman. Ia meneliti sejumlah catatan sejarah yang melibatkan kamp konsentrasi Dachau. Temuannya diterbitkan dalam majalah triwulanan Endeavour edisi Desember 2013.

Quote:
Reinhardt mengatakan para ilmuwan Nazi berencana mengubah nyamuk menjadi senjata. Mereka menginfeksi nyamuk dengan penyakit malaria kemudian melepaskannya ke pasukan musuh dengan pesawat terbang. Untungnya rencana itu tidak pernah terlaksana.
“Rencana nyamuk”
itu tertanggal Januari 1942. Kala itu, Heinrich Himmler, Kepala Schutzstaffel (SS) dan polisi Nazi, dilaporkan memerintahkan pembentukan sebuah lembaga entomologis untuk mempelajari fisiologi dan pengendalian serangga berbahaya.

Quote:
Mereka meneliti jenis nyamuk tertentu yang bisa hidup tanpa makanan dan air sampai empat hari. Hal ini diyakini bahwa Nazi mencari cara untuk menjatuhkan serangga yang terinfeksi tersebut di daerah penduduk, yang memungkinkan nyamuk malaria tersebut menginfeksi penduduk sebanyak mungkin.
Quote:
“Lembaga ini dipimpin oleh peneliti serangga Eduard May,” tulis Reinhardt dalam abstrak artikelnya, seperti dikutip Huffington Post, Kamis, 6 Februari 2014.
Rencana Nazi itu tentu bertentangan dengan aturan pelarangan penggunaan senjata kimia dan biologi oleh Protokol Jenewa tahun 1925. Pertanyaannya kemudian, apakah Adolf Hitler mematuhi fatwa itu? Hal ini telah lama menjadi topik perdebatan. Kamar gas Nazi membuktikan kesediaan Reich Ketiga untuk menggunakan racun terhadap warga sipil.

Namun, beberapa sejarawan berpendapat Hitler tidak menyetujui taktik “rencana nyamuk” untuk medan perang. Dalam artikelnya, Reinhardt mengakui bahwa bukti penggunaan nyamuk untuk senjata biologis masih jauh dari meyakinkan.

“Ide untuk menghasilkan nyamuk terinfeksi malaria dan menjatuhkannya ke pasukan musuh tidak didokumentasikan dengan baik dalam catatan sejarah,”
kata Reinhardt.

Quote:
Reinhardt bukanlah ilmuwan pertama yang menawarkan bukti eksperimen Nazi melibatkan skenario “perang nyamuk”. Pada 2006, Frank Snowden, profesor sejarah Universitas Yale di Amerika Serikat, menerbitkan sebuah buku berjudul The Conquest of Malaria in Italy. Dalam buku itu Snowden menyatakan Nazi melepaskan nyamuk terinfeksi malaria untuk menghentikan pasukan Sekutu di Italia.
Menggunakan arsip Amerika dan buku harian dari tentara Italia, buku Snowden memerinci bagaimana pakar serangga Nazi bernama Erich Martinia diduga mengarahkan pasukan Nazi Jerman untuk membanjiri rawa-rawa dekat Roma dan mengisinya dengan larva nyamuk pembawa malaria.

Malang bagi Nazi, pasukan Inggris dan Amerika tidak terpengaruh serangan nyamuk malaria karena sebelumnya telah divaksinasi. Malaria justru menjangkiti penduduk sipil di sekitar lokasi peperangan, demikian menurut Snowden.

Tetap saja skenario “perang nyamuk” Nazi tidak memikat semua ilmuwan. Dr. Eric Toner, seorang ahli respons medis terhadap bioterorisme di University of Pittsburgh, mengatakan tidak pernah ada bukti nyata tentang kemungkinan Nazi bereksperimen menciptakan senjata biologis dalam Perang Dunia II. 

Thursday, March 19, 2015

Tentang Dakwah Kebencian Konspirasi Anti Islam





Terkadang saya heran dengan kebanyakan ustadz dan muballigh yang kerap mendengungkan teori konspirasi dunia terhadap ummat Islam. Mereka menganggap adanya persekongkolan antara "musuh2 ummat" baik gerakan Zionisme, AS, Barat, Komunisme, dll. Ceramah-ceramah demikian membuat sebagian ummat merasa cemas, takut dan tegang, sehingga terkadang berimbas pada keharmonisan antar agama. Sedari dini, anak2 kita dilatih untuk mengenali musuh di luar sana. Ketimbang memberi kesejukan, dan memupuk kasih sayang, banyak ahli agama yang justru menebar kebencian dan ketakutan pada perbedaan. Akibatnya, semakin hari, umat Islam semakin menjadi kelompok insular yang memiliki phobia terhadap yang lain.

Hal ini tentu berbeda dengan mentalitas umat Islam dahulu, yang tak pernah takut berdialog, belajar, dan meminjam dari yang asing. Dengan penuh percaya diri, mereka mampu memandang sesama manusia dengan setara tanpa terlalu memperhatikan backgroudnya. Rasa percaya diri dan keberanian untuk menebar kasih, tentu saja hanya mungkin pada mereka yang memiliki kekuatan iman. Mereka tak gentar pada pelbagai upaya persekongkolan dan konspirasi orang-orang yang tak menyukai mereka, apalagi hanya sebatas phobia.

Dahulu kaum Muslimin memegang teguh firman Tuhan yang menggambarkan mereka yang memiliki kekuatan. Surat al-Imran ayat 173 menggambarkan tentang kaum beriman. Beberapa kelompok manusia mendatangi seorang beriman dan mengatakan "saudara, sesungguhnya ada persekongkolan, ada konspirasi!". Mereka berkata "hati-hati saudara, sesungguhnya orang-orang itu tidak menyukaimu, mereka akan berbuat jahat kepadamu!". Mungkin di zaman ini ceritanya menjadi: sekelompok orang mendatangi seorang beriman dan menakut-menakutinya dengan pelbagai konspirasi. Atau mungkin kini ceritanya tak lagi orang-orang yang mendatangi seorang beriman, tapi justru majalah-majalah yang mendengungkan teori konspirasi.

Sekelompok orang yg mendatangi si mu'min, berkata, "kamu harus takut, hati-hati dengan mereka!". Mereka mungkin berkata "hati2 dengan konspirasi salibis-zionis-kapitalis-liberalis-pluralis-komunis-demokratis-sosialis-sipilis!". Lantas apa jawaban si mu'min tadi? pada saat ia ditakut-takuti dan ditanamkan rasa phobia? Fazaadahum Imanan... justru bertambah keimanan mereka.. tak gentar... tak takut dengan segala bentuk persekongkolan dan konspirai. Si mu'min dengan tenang menjawab: "hasbuna Allah wa ni'mal wakil" Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung (Q.S. 3:173)

Kawan, mengapa cemas? mengapa takut? mengapa gemetar? cukuplah Tuhan menjadi penolong kami... karena Allah sebaik-baik pelindung. Walaupun konspirasi sekuat apa-pun, sedahsyat apapun, sejahat apapun, kami tak gentar. Kami tetap melakukan apa yang selama ini kami lakukan. Kami tetap berakhlaq terpuji, kami tetap berbaik sangka, kami tetap mengasihi. Tak satupun bulu berdiri, tak satupun mata menangis,dan tak jua merasa takut. Iman kami tak memberikan ruang tuk merasa gentar! Iman kami pada Yang Maha Kuasa menjadikan kami tenang.. Hasbuna Allah wa ni'mal wakil.

Ya Tuhan, dengan berkat dan kehormatan kekasih kami Muhammad SAW, cabutlah kebodohan dan kelemahan Iman dari tengah umat. Dengan kebesaran Sang Kekasih SAW, perbaiki Iman kami sehingga kami tak selalu merasa takut dengan perbedaan. Dengan keagungan Sang Kekasih SAW, izinkan kami, Tuhan, untuk merasakan manisnya iman sehingga mampu mengasihi sesama. Dengan keindahan Sang Kekasih SAW, jadikan kami umat percaya diri, beriman kepada-Mu dan tak lagi merasa takut dengan konspirasi. Sudah cukup kebencian dan keberingasan yang dilandasi rasa ketakutan... kini saatnya raih keindahan dengan kembali memantapkan iman. Shalawat dan salam tetap tertuju pada Sang Kekasih dan keluarganya, sinaran murni cahaya iman, hingga hilang segala kecemasan dan kebencian. Demikian sedikit sharing ttg Q.S. 3:173. Baru saja membacanya dan mengingat betapa jauhnya kita dari karakteristik iman yang kuat.




Wednesday, March 18, 2015

9 Rahasia Kartu Kredit Yang Ditutupi Oleh Bank





Dari hasil investigasi pengalaman di perbankkan dan pencarian informasi yang saya lakukan selama ini, maka didapat kesimpulan bahwa :

1. Hutang kartu kredit dan KTA bersifat tidak mengikat para pemegangnya dan tidak ada Undang-undangnya, tidak diwariskan, tidak dapat dipindahtangankan (artinya tidak bisa ditagihkan kepada orang lain) ,tidak boleh menyita barang apapun dari anda,surat hutang tidak boleh diserahkan kepada pihak lain atau diperjualbelikan, dsb.

2. Ada klausul yang disembunyikan oleh pihak penerbit kartu kredit bahwa jika pemegang kartu kredit sudah tidak mampu membayar maka hutang akan ditanggung penuh oleh pihak asuransi kartu kredit visa master. bahkan untuk beberapa bank asing tanggungan penuh asuransi itu mencapai limit 500 juta.

3. Adalah oknum bank bagian kartu kredit yang menyerahkan atau bahkan melelang tagihan hutang kartu kredit macet itu ke pihak ketiga atau debt collector untuk ditagihkan kepada pemegang kartu kredit yang macet. dari informasi yang didapat dari para mantan orang kartu kredit bank swasta dan asing, maka sebenarnya uang itu tidaklah disetorkan ke bank karena memang hutang itu sudah dianggap lunas oleh asuransi tadi. Jadi uang yang ditarik dari klien pemegang kartu kredit yang macet itu dibagi dua oleh para oknum bank dan debt collector. Jadi selama ini rakyat dihisap oleh praktek bisnis ilegal seperti ini yang memanfaatkan ketidaktahuan nasabah dan penyembunyian klausul penggantian asuransi hutang kartu kredit.

4. Surat kwitansi cicilan hutang dari klien ke pihak debt collector pun banyak yang bodong alias buatan sendiri dan bahkan surat lunas pun dibuat sendiri dengan mengatasnamakan bank.

5. Bahkan di Jakarta dan Cimahi, saya menemukan kasus dimana ada satu orang (Cimahi) telah melunasi hutangnya 5 tahun lalu sebesar 10 juta kepada pihak kartu kredit BNI 46. Namun bulan Agustus 2009, dia didatangi oleh debt collector dan memaksa meminta surat lunas dari bank tersebut. Kemudian bulan September 2009, dia didatangi lagi oleh pihak debt collector yang membawa surat tagihan sebesar 10 juta! Dua kali lipatnya. Akhirnya dia terpaksa membayar karena mengalami kekerasan dan tindak pidana serta ketakutan. Dari info yang saya dapat, kemungkinan ada permainan antara orang IT bank penerbit kartu kredit dan pihak debt collector untuk memanfaatkan kebodohan masyarakat.

Kasus kedua dialami oleh teman saya sendiri di Jakarta. Pada tahun 2005 dia sudah melunasi hutang sebesar 3 juta ke kartu kredit mandiri di tahun 2007. Lalu dia tidak memperpanjang kartunya lagi alias berhenti menggunakan kartu tersebut. Sehingga otomatis dia tidak menerima kartu perpanjangan dan surat tagihan lagi. Namun tahun 2009 dia menerima tagihan lagi dan didatangi oleh debt collector Mandiri dengan tagihan sebesar 6 juta! Dua kali lipat. Padahal tahun 2007 sudah dilunasi. Aneh memang. Apakah trend semacam ini sudah menjadi cara yang biasa dipakai oleh oknum bank kartu kredit dengan para debt collector di Indonesia? Membuat rakyat jadi miskin, padahal hutang kartu kredit sudah ditanggung penuh oleh asuransi visa master.



6. Dari informasi yang saya dapat dari mantan orang kartu kredit Standard Chartered Bank, bahwa perusahaan-perusahaan debt collector itu tidak ada yang memiliki izin/legalitas sama sekali. Alamat kantor dan nomor teleponnya pun tidak pernah jelas, apalagi struktur organisasinya. Karena di negara manapun didunia, tidak boleh ada perusahaan yang diberi ijin untuk menagih hutang. Jadi jika kita atau polisi mau mendatangi perusahaan-perusahaan debt collector ini berdasarkan info dari masyarakat, maka tentu orang-orang debt collector itu akan lari dan akan pindah alamat dan kantornya.

7. Dari sudut pandang hukum, kartu kredit adalah lemah karena tidak ada undang-undangnya dimanapun karena sifatnya yang konsumtif dan bunga tinggi serta banyak klausul-klausul yang disembunyikan dari para pemegangnya yang justru bisa melindungi para kliennya. namun tidak dikatakan secara jujur jadi klien banyak dibodohi.

8. Kesalahan berikutnya dari pihak bank adalah dalam cara memasarkannya, dimana sebenarnya yang boleh memiliki kartu kredit bukan sembarang orang namun orang yang sudah mapan. Namun dalam sepuluh tahun terakhir justru sebaliknya, banyak kartu kredit ditawarkan dengan mudah dengan persetujuan yang mudah. Akhirnya orang yang belum mampu, dapat memiliki kartu kredit yang akan berakibat pada banyaknya hutang macet pada kartu kredit. Dan ditambah lagi, jika seseorang telah memiliki 1 kartu kredit maka dia akan mudah memiliki kartu kredit dari bank lain dengan limit yang lebih tinggi dan banyak. Sehingga jika seseorang punya 1 kartu, maka dia akan ditawari dari bank lainnya.

Padahal semestinya kartu kredit menganut azas kemampuan diri nasabah ketika menawarkan. Artinya jika nasabah sudah memiliki 1 kartu kredit maka secara akuntansi dia tidak boleh menambah kartu lainnya karena pasti akan tidak mampu. Ditingkat sales kartu kredit pun terjadi jual beli database pemegang kartu kredit dalam jumlah banyak, sehingga orang yang sudah punya kartu kredit akan ditawari kartu kredit dari bank lain lagi dengan limit yang lebih besar dan dengan tingkat approval yang tinggi dari bagian verifikasi bank. Sehingga dari sinipun terlihat bahwa pihak bank memberikan kontribusi besar diawal terhadap terjadinya kredit macet.

9. Dari semua ini, maka dapat disimpulkan bahwa yang membuat macet hutang kartu kredit adalah pihak bank sendiri. Dan kenyataan yang didapat dilapangan, kasus premanisme yang dilakukan oleh para debt collector terhadap klien-klien kartu kredit yang macet sudah tidak manusiawi lagi. Disini rakyat tambah menjadi miskin, dan menderita. serta ketakutan. Dan banyak pelanggaran hukum yang berada pada sisi debt collector bila kita mau mencermati, mulai dari soal ijin perusahaan, legalitas, alamat perusahaan, nomor telepon, dan sebagainya. Dan debt collector ini sebenarnya menagih hutang yang sudah dilunasi oleh asuransi visa master. Jadi uang yang didapat dari masyarakat dipakai sendiri oleh oknum bank dan debt collector dengan mengatasnamakan pihak bank. Perlu diketahui bahwa hutang kartu kredit dan KTA/kredit tanpa agunan memiliki sifat berbeda dengan hutang-hutang lainnya.

Pertama karena sifatnya tanpa jaminan maka tidak ada ikatan pada nasabah untuk melunasi jika tidak mampu membayar bahkan ada di dalam klausulnya.

Kedua, hutang kartu kredit tidak diwariskan, alias tidak dapat ditagihkan kepada anggota keluarga yang lain. Yang justru dalam kenyataan, para debt collector memintanya pada anggota keluarga yang lain.

Ketiga, saya berharap bahwa POLRI akan menindak tegas premanisme semacam ini secara proaktif dan bukan berdasarkan laporan/delik aduan saja. karena bila kita lihat, sudah sejak dulu masyarakat diperlakukan seperti ini dan kita bisa bayangkan sudah berapa biliun uang rakyat diambil oleh debt collector yang notabene adalah premanisme dan oknum bank, sehingga rakyatlah yang memperkaya debt collector dan oknum bank itu.

Mungkin ada beberapa kekurangan dari hasil investigasi saya ini, namun inilah semua yang saya dapatkan dari investigasi dilapangan selama 1 tahun. Semoga bermanfaat buat POLRI dan dapat melindungi rakyat yang sudah susah hidupnya sehingga tidak diperas dan ditindas oleh para debt collector dan oknum bank. Padahal uang itu tidak disetor ke bank, melainkan kepada oknum bank yang bisa mengeluarkan kwitansi resmi dari bank. dan surat lunas dari bank. Bahkan ada yang mengeluarkan kwitansi bodong alias palsu serta surat lunas buatan sendiri yang seolah-olah dikeluarkan oleh bank. Sekian dan terima kasih. Dan semoga tidak ada pejabat yang membekingi para debt collector kartu kredit dan KTA. Demi menumpas penghisapan terhadap rakyat yang sudah tidak mampu.

(Menurut informasi dari seorang teman yang telah meneliti juga masalah debt collector dan pelanggaran undang-undang perbankan oleh bank-bank di Indonesia dan BI itu sendiri, jumlah perputaran uang kartu kredit adalah sebesar Rp. 162 triliun, dan yang macet tahun ini adalah 8% nya atau sekitar 15 triliun rupiah, yang ditagihkan melalui debt collector namun tidak disetorkan kepada bank namun ke kantung-kantung pribadi pejabat bank dan pejabat-pejabat lain serta para debt collector itu sendiri. Bayangkan mereka ambil uang rakyat segitu banyak untuk mereka nikmatin dan sebenarnya mereka tidak berhak menerima uang itu)

Kasus Century belum ada apa-apanya, makanya banyak pejabat yang jadi pembeking debt collector kartu kredit. Pecat saja tuh pejabat. Sudah bukan zamannya cari uang dengan memeras rakyat dan membodohi rakyat. Kapan rakyat bisa makmur kalo begini, orang diperas terus…kayak zaman penjajahan aja…


SUMBER


Tuesday, March 17, 2015

Usaha Pemerintah Untuk 'Menutupi' Fakta Kemiskinan Di Negeri Ini




Selamat! Jakarta nomor Satu di dunia terkait pertumbuhan hunian mewah. Artinya kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin menjadi makin lebar... yang kaya makin kaya, yang miskin ya sudah tetap miskin. Pemerintah boleh-boleh saja klaim jumlah orang miskin telah berkurang tetapi kualitas kemiskinan justru semakin kronis. Masih ingat bocah Tasripin kan? yang sempat kesana pasti juga menyaksikan potret kemiskinan lainnya. Fakta lainnya adalah semakin rendahnya daya beli masyarakat miskin karena keterbatasan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Kenaikan harga yang bergerak liar menambah parah keadaan masyarakat miskin.. beras, kedelai, gula, garam, bawang dan daging.

Kita tahu bahwa masyarakat kita ini lebih banyak yang berada di pedesaan.. karena itu masyarakat miskin juga lebih banyak berada di pedesaan. Dan yang lebih banyak mendorong semakin kronisnya kemiskinan adalah komoditas pangan. Ditengah rendahnya pendapatan masyarakat pedesaan. Buruh tani tidak akan mampu lagi menjangkau harga komoditas makanan yang semakin tinggi harganya. Anehnya adalah program-program yang dilaksanakan pemerintah kurang berpihak pada pembangunan desa dan sektor pertanian. Impor komoditas pangan menjadi andalan.. tidak ada effort yang diperlihatkan demi terwujudnya swasembada pangan.

Akhirnya harga pun dengan mudahnya dapat dipermainkan.. sehingga masyarakat miskin hanya bisa menyaksikan tanpa bisa lagi merasakan. Menyaksikan orang kaya makan buah impor... sedangkan orang miskin tetap bergelut dengan lumpur dan debu kotor. Inilah faktanya bahwa lebih dari 70% rumah tangga miskin berada di pedesaan dan bekerja di sektor pertanian! Jadi mau apa lagi pemerintah dengan sektor pertanian.. apa masih mau meneruskan pesta pora permainan harga komoditas pertanian?

Seharusnya pemerintah sadar bahwa terlalu banyak orang miskin yang menunggu uluran tangan, mereka menunggu bantuan. Bukan bantuan materi yang memanjakan tetapi bantuan agar mereka mampu lepas dari jurang kemiskinan. Pemerintah seharusnya melindungi keluarga dan kelompok masyarakat miskin melalui pemenuhan kebutuhan pokok/dasar mereka. Kemudian memberdayakan mereka agar mempunyai kemampuan untuk berusaha dan mencegah terjadinya kemiskinan baru!

Generasi muda yang berasal dari keluarga miskin susah sekali melepaskan diri dari jeratan kemiskinan, bahkan mereka menjadi sapi perah. Rezim upah murah adalah buktinya.. hasil pertanian dari petani lokal yang dihargai sangat murah juga buktinya. Akhirnya anak-anak Petani sangat jarang yang melanjutkan karir orang tuanya sebagai petani.. mereka eksodus ke kota. Dan akhirnya terjebak menjadi sapi perah para pengusaha ditengah kebijakan ketenagakerjaan yang tidak memihak mereka

Mereka rela mempertaruhkan tenaga fisiknya untuk memproduksi keuntungan bagi mereka yang memiliki uang. Mereka rela bekerja sepanjang hari, tetapi mereka menerima upah yang sangat sedikit. Bahkan yang lebih parah dan membuat kita mengurut dada, kemiskinan telah membuat masyarakat kita terjebak dalam budaya malas! Terjebak dalam budaya mengemis, dan menggantungkan harapan hidupnya dari budi baik pemerintah melalui pemberian bantuan yang memanjakan. Sepertinya pemerintah membiarkan mereka mengemis dibanding memikirkan cara untuk menanggulangi dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Jika anda menyaksikan nasib petani kita.. disana juga anda masih melihat pola-pola kolonial dipertahankan. Petani menjadi marjinal karena tanah yang paling subur dikuasai petani skala besar dan berorientasi ekspor. Kalau melihat angka yang dirilis oleh Pemerintah (BPS) terkait data kemiskinan memang tampak mengesankan, tetapi sebenarnya menggemaskan. Menggemaskan karena statistik kemiskinan yang begitu mengesankan itu tidak sejalan dengan fakta sehari-hari yang kita temukan. Orang-orang yang termarginalkan dalam kehidupan sosialnya, berpendidikan rendah dan tak memiliki keahlian rentan terjerat kemiskinan. Begitu juga dengan orang-orang yang tak memiliki akses terhadap faktor produksi, dan petani gurem atau buruh tani di perdesaan rentan miskin.



Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi yang dibanggakan oleh Pemerintah? Sama saja dengan angka-angka statistik, angka pertumbuhan ekonomi tidaklah menggambarkan keadaan riil masyarakat secara keseluruhan. Lambatnya penurunan jumlah penduduk miskin juga merupakan bukti bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama ini belum berkualitas. Menurut data yang dirilis Pemerintah, sektor pertanian dalam arti luas memang telah tumbuh sekitar 3% year on year. Namun, pada saat yang sama, upah riil (daya beli) buruh tani secara umum terus merosot meskipun nilai nominalnya terus naik.

Penguasaan faktor produksi hanya oleh segelintir orang adalah budaya kolonial.. yang tetap bertahan walaupun negara kita telah merdeka. Petani gurem dan buruh tani tetap saja bertarung dengan keterbatasan mereka.

Permainan data kemiskinan sudah sangat keterlaluan... sampai kapan Pemerintah hendak menutup-nutupi ketidak mampuannya? Akhirnya, kepada Pemerintah, jujurlah soal kemiskinan.. karena jutaan rakyat miskin menanti aksi nyata dari aparatmu. Setahun penuh repot karena upah yang murah ditengah himpitan dan tekanan kebutuhan keluarga yang mahal tidak dapat saya bayangkan.


Monday, March 16, 2015

NKRI Terancam Oleh Doktrin Radikalisasi Kelompok Salafi-Wahabi



Terkadang sedih melihat perkembangan di Indonesia, khususnya semakin maraknya kelompok Islam yang kurang bisa menyikapi perbedaan. Setelah berada di Jawa selama 2 tahun, saya melihat di akar rumput kelompok-kelompok Islam berhaluan Wahhabi-Salafi semakin menguat. Mayoritas penganut aswaja banyak yang terbuai dengan demografi. Seakan-akan kita akan terus mayoritas dan diatas angin. Kaum intelektual Islam lebih suka terbuai di forum akademi, sehingga masjid-masjid dimasuki oleh kelompok salafi-wahhabi.

Di Jogja saya menyaksikan baliho besar: menyediakan penceramah dari kelompok itu untuk masjid-masjid selama bulan puasa gratis. Di kampus, masjid-masjid dikuasai mereka, hingga saya merasa seperti orang asing saat memasukinya. Ratusan buku terjemahan dan ribuan website yang menyuguhkan dalil ini dan itu membanjiri kehidupan kita. Di Pekalongan saya mendengar pengajian yang dikeraskan speaker mengusik kedamaiaan pagi berisikan hinaan kepada kepercayaan aswaja. Di kota yang sama digelar pameran buku. Ketika saya datang, hampir semua isinya buku-buku bernafaskan salafi-wahabi. Apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia? Apakah ada skenario besar untuk mengubah bentuk keislaman yang selama ini kita anut?

Apakah tradisi yang telah diturunkan oleh para ulama, kyai, dan haba'ib kita sedang diberangus secara sistematik? Dalam kegusaran itu saya teringat apa yang terjadi di Mali, Syria, Mesir, dan Libya. Di negara-negara yang dahulu diperintah oleh rezim otoriter dan telah digulingkan, justru salafi berkuasa. Dulu, pada saat pemimpin otoriter masih ada, justru keislaman aswaja terjaga. saat demokrasi, kok justru salafi yang berkuasa.

Di Mali ada kota Timbuktu. Semenjak abad ke-15 sudah menjadi pusat ilmu pengetahuan keislaman. Tumbuktu dipenuhi pesantren, perpustakaan manuskrip, dan 300 kuburan wali. Di Timbuktu masyarakat non-Muslim dijamin kebebasannya. Dihormati keberadaannya. Mereka bebas mau apa saja. Namun ketika negara mulai lemah dan digerogoti pemberontak salafi, Timbuktu diduduki oleh para pemberontak. Kuburan para wali dihancurkan. Banyak manuskrip kuno dibakar. Alhamdulillah banyak juga yang berhasil dilarikan. Pesantren-pesantren ditutup, ulama-ulamanya harus melarikan diri. Umat nasrani dipaksa berhijab dan ditekan kebebasannya. Ajaran yang dahulu diturunkan oleh para ulama untuk hidup rukum antar sesama ummat, diberangus. digantikan rezim agama bencana. Sebuah peradaban besar yang dibangun diatas pengorbanan para ulama dari berabad-abad silam dihancurkan begitu saja.

Sepertinya ada tren yang dapat dibaca dari semua kasus kuatnya salafi: disaat negara lemah, salafi menguat. Disetiap tempat yang struktur kekuasaan negaranya lemah, salafi muncul, ambil peranan: Mali, Nigeria, Somalia, Syria, Libia, Iraq. Saya khawatir upaya yang sama juga akan dilancarkan untuk melemahkan NKRI. Saya takut keberadaan NKRI digoyahkan. Saya khawatir jika kerukunan bangsa ini dipecah belah dan akhirnya justru melemahkan negara ini. Saya sedih melihat kaum Muslimin Aswaja dan NU diadu domba dengan saudaranya yang syiah. Saya takut kita semua termakan oleh isu-isu yang sengaja terus didengungkan di sekitar kita. Saya khawatir jika kepercayaan kita pada pemerintah (siapapun yang mendudukinya) hilang, wibawa institusi negara ikut goyah.

Jalan satu-satunya untuk mencegah menjalarnya salafi-wahhabi bagi saya bukan justru memusuhi mereka. Jalan menyelamatkan bangsa bukan justru kembali bersikap intoleran kepada kaum yang tidak memiliki toleransi. Mungkin jalannya justru bagaimana kita membangun kembali semangat nasionalisme kita. Semangat kebangsaan yang terbebas dari politik. Politik adalah urusan pribadi dan hak setiap warga negara. Namun nasionalisme dan kebangsaan adalah tanggung jawab kita bersama. Saya takut jika perbedaan politik kita justru melemahkan nasionalisme dan solidaritas kebangsaan. Kita boleh tidak cocok dengan pilihan politik. Tapi setelah pemilu, harus kembali rukun. Jangan sampai ketidaksukaan pada pemangku jabatan berdampak pada kerukunan antar ummat.

Disini kita harus dewasa. Tidak ada lagi pilihan bagi mayoritas ummat Islam, khususnya yang Aswaja, selain memperkuat nasionalisme kita. Umat Islam yang cinta pada tradisi dan guru-gurunya sudah seharusnya angkat bicara tentang nasionalisme dan kebangsaan. Tidak cukup para kyai, ulama dan haba'ib hanya mengajarkan ummat tentang surga dan neraka. Sekarang saatnya mengajarkan kebangsaan. Dan jangan sampai kita termakan oleh isu-isu yang memecah antara golongan santri dan golongan nasionalis. Itu omong kosong. Golongan santri dan ummat Islam pada umumnya adalah kelompok nasionalis juga. Kecintaan kita pada Islam justru memperkuat cinta pada NKRI.



Kini saatnya kita kembali berdiri di panduan ibu pertiwi. Kini saatnya menyelamatkan NKRI. Jangan sampai kita terlelap tidur dan terbangun di Indonesia yang sudah mirip dengan Afghanistan jaman kekuasaan Taliban. Usahakan, di setiap majelis, pengajian, mawlid, tahlilan, selametan, sempatkan berbicara tentang wawasan kebangsaan. Menjaga bentuk keberagamaan kita justru dengan menjaga keutuhan negara kita. Di saat negara kuat, berdaulat, dan berwibawa, inshaAllah gerakan-gerakan salafi-wahhabi dan semacamnya akan melemah.

Mari berdoa, mudah-mudahan Indonesia tetap menjadi Indonesia. Tidak jadi Iraq, Iran, Libya, Mali, Afghanistan dan semacamnya. Kita juga berdoa semoga Indonesia tidak menjadi Amerika Serikat, Eropa, atau Australia. Indonesia ya Indonesia. Kita bangsa besar. Di Indonesia ini agama menjadi pendorong semangat kebangsaan, bukan justru melemahkan. Mari hindari benturan dengan kelompok yang tidak sepaham. Biarkan saja mereka. Yang penting kita perkuat semangat kebangsaan kita. Di masa-masa seperti ini, disaat masa depan bangsa ini sedang dibentuk ulang, kita harus tetap optimis bahwa bangsa ini pasti bisa!

Jangan putus asa dengan rahmat Allah SWT. Allah SWT menyayangi bangsa yang selama ini dimanjakan-Nya. Mari sebarkan kasih sayang. Sebagai penganut ASWAJA (ahli sunnah wal jamaah), kita wajib mempertahankan NKRI dan kebhinekaan yang dinaunginya. Menjaga NKRI berarti juga menjaga tradisi Islam yang telah diturunkan oleh para kyai dan haba'ib kita dari jaman wali-wali dahulu. Sebagai murid dan sebagai penerus guru-guru kita dahulu, wajib bagi kita untuk mempertahankan kelanggengan tradisi keIslaman yang ada. Maka, menjaga NKRI dan keragaman bangsa berarti juga berkhidmat kepada guru-guru kita dan para wali dahulu.

Mudah-mudahan tidak ada lagi dikotomi antara Islam vs Nasionalis. Dikotomi yang salah kaprah. Mudah-mudahan Allah SWT memberkati bangsa ini, menjaga NKRI dan menjauhkannya dari unsur-unsur yang bertujuan merusaknya. Kata guru saya Habib Luthfi: Merah putih melekat di dada, disinari pancaran imannya, dimanapun kita berada, tetap cinta Indonesia!

Sekian dulu. Hanya berbagi kegusaran dan kekhawatiran. Mudah-mudahan kekhawatiran saya salah. Kalau benar ya kita satukan barisan.


Sunday, March 15, 2015

Terampasnya Hak-Hak pasien Akibat Praktek Dokter & Mafia Obat







Kali ini saya ajak pembaca untuk ikut berpartisipasi mencari pembuktian dari analisa sederhana saya
Sekali-kali mari kita berbuat iseng dengan datang ke praktek dokter di kota kita masing-masing. Lalu sampaikan keluhan pada dokter tersebut:

Katakan saja pada dokter tersebut bahwa perut kita terasa mual tiap kali habis makan gorengan. Sampaikan pula bahwa setiap malam perut kita mengeluarkan suara-suara aneh tertentu. Ramalan saya, dokter akan memeriksa perut kita. Setelah itu dia akan memberi sedikit saran dan... MENULIS SEJUMLAH RESEP. Saat kita tanya tentang penyakit kita, biasanya dokter memberi diagnosa tertentu tanpa memberi tahu alasan diagnosanya.

Ohya, tidak jarang dokter akan memberikan suntikan obat pada kita tanpa memberi tahu tentang jenis dan harga obat tersebut terlebih dahulu. Sebagai pasien kita hanya terbiasa percaya penuh pada kebijaksanaan dokter dalam memperlakukan tubuh kita. Setelah semua selesai, maka kita pun akan menanyakan pada dokter berapa biayanya? Dokter pun akan menyebut suatu angka tertentu. Namanya jg sedang iseng, cobalah kita tawar biaya dokter tersebut. Berani?

Keesokan harinya kita lanjutkan eksperimen kecil-kecilan kita. Datanglah ke dokter lain di kota kita masing-masing. Kepada dokter tersebut sampaikanlah keluhan yang berbeda dengan keluhan pada dokter pertama. Misalkan, sampaikan pada dokter bahwa kepala kita sering pusing. Tidak jarang dunia terasa berputar dan kita sering jatuh karenanya. Maka ritual yang mirip akan kita alami seperti percobaan pertama. Ujung-ujungnya dokter akan menulis sejumlah resep juga. Jangan lupa pada dokter yang kedua ini kita perlu "menawar" biaya juga. Dijamin kita tidak akan celaka karenanya. Dari kedua eksperimen diatas, kita sudah memperoleh beberapa jawaban atas perilaku praktek dokter yg umum terjadi di Indonesia. Kita mulai dari diagnose berbeda yang dihasilkan oleh dokter yang berbeda. Apa yg bisa kita simpulkan?

Inti dari kedua percobaan diatas adalah bahwa seringkali diagnose dokter bersifat subyektif. Tubuh kita yang sehat pun bisa didiagnose sakit. Diagnose kerap diperoleh dokter dari proses anamnesa (keluhan pasien). Masalahnya proses ini sangat subyektif. Atas kesimpulan yang kurang meyakinkan itu seorang dokter berani memberi resep obat bahkan suntikan pada pasiennya. Saat belajar biokimia kita selalu diingatkan: "Semua substansi adalah racun, yg membedakannya sebagai obat adalah dosis"

Racun-racun kimia yang berjudul obat inilah yang dipaksakan oleh para dokter untuk dikonsumsi pasiennya tanpa ada penjelasan apapun. Pernah tidak kita diajak diskusi dokter tentang manfaat dan mudharat obat yang harus kita konsumsi tersebut? Pernah tidak kita diminta persetujuan?. Karena diagnose yang tidak pasti diatas maka tidak jarang dokter menggunakan obat sebagai salah satu senjata diagnose pula. Pernah dengar dokter yang berpesan, "jika obat habis tapi belum sembuh segera datang kembali". Dibalik pesan tersebut ada sesuatu yang tidak diketahui pasien yang awam. Sesungguhnya itu adalah bukti bahwa tubuh kita sudah dijadikan "Percobaan"!

Dokter yang masih meraba-raba penyakit kita akan nekat memberikan obat hanya sekedar untuk menguji kebenaran diagnosenya. Kalo masih belum sembuh berarti diagnosenya salah. Hajar dengan obat yang lain! Begitu seterusnya. Begitu pulalah tubuh kita dijadikan eksperimen oleh para dokter. Lalu siapa yg menanggung seluruh resiko? Kita!! Bayangkan, selain tubuh kita harus terpapar berbagai obat kimia kantong kita juga harus bolong karenanya. Komplit! Makin sering dokter melakukan kesalahan makin banyak pemasukannya. Sebaliknya, bagi pasien makin teracuni dan bangkrut! Itu baru proses diagnose yang potensial menimbulkan malpraktek. Lalu bagaimana dengan obatnya sendiri? Nah, disinilah mafia sesungguhnya!

Sebelumnya kita sebagai pasien/konsumen harus menyadari betul informasi yang sering sengaja disembunyikan dokter tentang obat generik. Obat generik sesungguhnya memiliki kandungan dan khasiat yg SAMA dg obat paten! Tahukah kita bahwa obat paten yang berharga Rp 10rb sesungguhnya biaya produksinya tidak lebih dari Rp 200 saja! Bayangkanlah betapa suksesnya program kesehatan kita jika setiap dokter lebih menganjurkan menggunakan obat generik.
Tapi yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Dokter seolah enggan memberi resep obat generik. Bahkan seringkali terjadi proses pembodohan pasien. Lalu apa yg sesungguhnya tjd pd bisnis obat ini? Kita akan sedikit bongkar mafia obat dalam tulisan ini.

Mafia obat itu sesungguhnya sangat mengerikan karena menghalalkan segala cara. Tapi disini kita fokus pada bagian yang berkaitan dengan dokter saja. Biasanya hubungan dokter dan produsen obat melalui medrep (medical representative) atau sering disebut detailer. Medrep ini dibebani target-target tertentu oleh perusahaan. Sebagai senjatanya mereka juga berhak menawarkan diskon dan fasilitas tertentu pd rekanan. Siapa rekanan medrep? Tentu saja dokter! Namun sejak dokter dilarang "menjual" obat secara langsung pada pasien maka ada pemain lain, apotek.

Medrep biasanya mengincar dokter-dokter yang laris atau senior. Karena merasa dibutuhkan maka dokter bisa jual mahal. Tugas dokter sederhana, hanya menulis resep produksi produsen tertentu untuk suatu penyakit tertentu. Tapi tentu saja dokter deal pada produsen yang paling besar iming-iming diskon atau bonusnya. Maka berlombalah para medrep dalam membujuk dan memberi bonus pada dokter. Ingat, mereka pun kena target dari perusahaan. Alhasil bonus pun beraneka rupa. Mulai dari Uang, liburan ke luar negeri, mobil hingga wanita! Tentu dengan catatan target terpenuhi!

Dari gambaran diatas kita bisa melihat hubungan harga obat yang mahal dan mafia obat. Bonus liburan, mobil, uang dan bahkan bonus wanita para dokter tersebut sesungguhnya dibebankan pada pasien. Kitalah yg membayarnya! Itulah sebabnya harga obat di Indonesia menjadi termasuk yang termahal di dunia! Itu pula lah sebabnya para dokter tidak memberi opsi pilihan obat kepada pasiennya. Jangankan obat generik, sesama obat patenpun tidak!

Sebagai konsumen sudah sewajarnya dokter menawarkan secara terbuka obat-obat apa saja yang tersedia di pasar beserta harganya. Obat-obat tersebut sebenarnya kandungannya sama saja, hanya mereknya yang beda. Istilah yang umum dipakai untuk obat-obat itu adalah "Me to drugs". Syukur-syukur jika dokter ikut berperan menyukseskan program pemerintah terhadap obat generik. Bukan malah memboikotnya demi kepentingan pribadi. Sebagai pasien kita juga bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Jangan hanya bisa menghujat dokter saja. Dokter juga manusia kan? :)

Sudah tidak jamannya lagi kita sebagai pasien hanya pasrah bongkokan pada dokter kita. Kita memiliki hak penuh terhadap tubuh kita! Jika bukan kita sendiri yang membela hak kita lalu siapa lagi? Maka mulai sekarang selalulah bersikap kritis pada dokter kita. Tanyakan secara terbuka apa-apa yang kita ingin tahu. Contoh, obat apa yang disuntikkan ke tubuh kita, apa alasan diagnosanya.. Apa alasan dokter memberi resep tersebut pada kita, adakah pilihan obat yang lebih murah, adakah produk generiknya? Jika ada dokter yang menolak memberikan pilihan obat generik pada kita maka karir dokter tersebut bisa tamat!

Lalu apa maksud eksperimen untuk menawar biaya berobat pada dokter? Tidak ada! Kita hanya perlu menguji dia masih dokter atau sudah jadi pedagang. Saat kita datang kembali ke dokter yang sama kita bisa membuktikannya. Jika dia berubah ketus maka dia bukan lagi seorang dokter. Kita sudah tahu hak-hak kita. Jika kita menolak menggunakan hak-hak kita, maka kita tidak layak mengeluh jika hak kita teraniaya. Mari kita berhenti berkeluh kesah tapi lebih bertanggung jawablah pada diri sendiri!

Kepada rekan-rekan para dokter kami ingin tanyakan, masihkah kalian ingat sumpah dokter kalian? Atau jangan-jangan hanya dianggap seremoni belaka? Ohya, satu hal lagi. Masih banyak dokter-dokter hebat yang masih idealis dan melayani masyarakat. Saya punya teman-temen dokter seperti itu!


Saturday, March 14, 2015

Skenario AS Menguasai Indonesia dan Dunia



Amerika Serikat sebagai negara super power yang makmur, sejahtera & dominan secara global amat membanggakan & dinikmati warganya. Gaya hidup mewah warga AS, kalo dicontoh semua warga dunia, dibutuhkan 5 bumi untuk memenuhi kebutuhan, kalau gaya hidup orang Eropa butuh 3 bumi. Gaya hidup mewah, jadi bangsa superior dan kiblat dunia tentu menyenangkan dan ingin terus mereka pertahankan bahkan kembangkan. Untuk itu mereka butuh sumber daya ekonomi kuat, dengan produk industri yang laku, perusahaan-perusahaan yang kuasai dunia, agar bisa biayai kebutuhan mereka.

Mereka pun ciptakan sistem global yang untungkan Barat, AS. Berbagai lembaga & aturan global dibuat untuk menata dunia demi kepentingan mereka. Bahkan untuk menguasai beberapa negara, tak terkecuali Indonesia yang terkenal kaya SDA, AS pun siapkan skenario-skenario. Skenario neokolonialisme itu dilakukan dengan berbagai cara lewat agen-agennya, baik dengan cara halus maupun keras. Skenario halus adalah dengan bangun sistem ekonomi dan politik yang ciptakan ketergantungan ke AS.

Skenario halus untuk kuasai negara lain juga mereka lakukan dengan dorong cara berpikir yang untungkan Barat trutama AS, lewat intelektual dan aktivis. Intelektual dan aktivis merupakan sasaran utama sosiological propaganda lewat pendidikan, hingga aktivitas funding LSM Internasional. Indirect scenario ini, dilandasi reasoning kebenaran akademik sebagai titik masuk paling potensial untuk menerapkan konsep-konsep mereka. Mental Inlander pengagum Barat, jadi mudah dibentuk mindsetnya, kemudian berpengaruh pada sistem ekonomi, politik, hukum dll.

Upaya bangun sistem dengan skenario yang lebih langsung dilakukan lewat bantuan hutang, lewat lembaga donor IMF & WB. WB & IMF salurkan bantuan bukan tanpa syarat, tapi degan berbagai aturan yang harus diterapkan, isinya untuk ciptakan kondisi ketergantungan. Skenario lain lewat program hibah WB, yang libatkan ahli asing dengan gandeng tenaga lokal, proyeknya dari perguruan tinggi sampai desa-desa. Dibuat pula program advokasi pembuatan UU, pion-pion & agen-agen AS lakukan lobi-lobi ke DPR dan Pemerintah, golkan konsepnya. Arahnya buat payung hukum, privatisasi sektor-sektor ekonomi strategis, seperti pertambangan hingga penyiaran. Akademisi dan LSM jadi agennya.

Akademisi dan LSM jadi ujung tombak membangun sistem yang comply dengan AS. Mereka sering tak sadar karena telah "digarap" cara berpikirnya. Polanya adalah buat riset, program pendampingan, pelatihan, workshop dll. semua sebagai upaya ciptakan fondasi sistem yang comply. Kenapa harus dibuat sistem yang mirip dengan mereka? Karena kalau sistem comply, mzkz menjadi mudah bagi AS untuk ambil kesempatan & keuntungan. Perusahaan-perusahaan mereka jadi leluasa untuk kuasai semua sektor. Dengan liberalisasi ekonomi perusahan besar jadi terbuka untuk dibeli lewat pasar modal. Sektor tambang, Perbankan, Pariwisata, pabrik obat, hingga mini market mereka masuki.


 

Contoh makin kuatnya cengekeraman mereka. Media massa dirangkul, termasuk diundang ke AS, international fellow, hingga bantuan hibah & kerjasama dengan VOA. Komplit sudah sosiological propaganda yang mereka lakukan. tak heran banyak negara SDA nya kaya, tapi tambang-tambangnya dikuasai Barat terutama AS. Diprediksi, 5 tahun kedepan indonesia akan digelontor isu-isu minoritas, baik kelompok agama, komunitas tertentu, hingga orientasi seksual. Donor-donor asing sudah mulai gerakkan dana ke isu-isu tersebut. Nanti Indonesia akan makin sibuk dengan isu-isu toleransi dan konflik-konflik minoritas. Fenomena kedepan: isu demokrasi, anti korupsi, tak lagi jadi fokus pendanaan. Mereka akan arahkan untuk isu-isu hak kebebasan beragama. Tujuannya untuk provokasi kelompok-kelompok garis keras dengan liberal agar terjadi konflik tentang isu mayoritas-minoritas.

Bangsa ini akan disibukkan konflik-konflik yang tidak mendasar, sementara mereka mengeruk sektor-sektor ekonomi dan jasa strategis yang sudah diprivatisasi. Skenario model Arab Springs juga dilakukan untuk beberapa negara yang sistemnya otoriter dan tak untungkan AS. AS tak selalu dukung negara demokratis lho. Semua tergantung kepentingan. Saudi, Kuwai dan negara-negara Teluk tak demokratis tapi didukung. India yang sejak lama demokratis justru kalah dukungannya dibanding untuk Pakistan. Bagi AS tak ada sahabat sejati, yang ada kepentingan. Hasil pemilu 2014 munculkan kombinasi nasionalis religius akan tetap aman. AS tak terlalu terusik. Dulu yang jadi korban tekanan AS adalah mereka yang dituduh PKI, sekarang arahnya ke kelompok-kelompok Islam.

Konflik Ahmadiyah, konflik Sunni-Syah sudah berlangsung dan semakin panas. Selanjutnya adalah kelompok Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan NU. Skenario AS adalah memecah umat Islam indonesia sampai berkeping-keping. Seperti yang mereka lakukan terhadap negara-negara Teluk sebelumnya. Dengan keahlian dan pengalaman agen-agen mereka, "membunuh dari dalam" adalah salah satu strategi perang AS paling berhasil. Dan jika terjadi konflik bersenjata, AS lebih mudah masuk beri "bantuan" anti teror. Kalau perang berkobar, AS juga senang, karena APBN-nya juga akan naik lewat bisnis senjata, bisnis teknologi sistem keamanan dll. Intinya AS butuh keadaan di berbagai negara yang bisa memberi kesempatan bagi perusahaan AS itu berkiprah. Bisa lewat eksploitasi tambang, bisa bisnis kebudayaan, bisnis makanan dan gaya hidup, hingga bisnis senjata karena ada perang.

Perang tak selamanya buruk bagi AS, karena perang didalamnya ada bisnis besar, tak hanya, senjata tapi juga peralatan IT dll. Perang kadang diciptakan, termasuk perang saudara, karena lewat perang itulah AS bisa tancapkan pengaruhnya ke negara itu. Irak dan Afghanistan misalnya, sekarang pasca perang, jadi amat tergantung pada AS, minyaknya pun jadi bisnis perusahaan AS.  Begitu pula yang terjadi di Libya, Tunisia, Mesir, bahkan Suriah pun juga tak lepas dari upaya AS masuk ke dalamnya & mengambil keuntungan. Jadi kita harus sadar, bahwa negara Asing, seperti AS itu selalu miliki kepentingan nasionalnya, termasuk ingin kuasai negara kita. Kita harus belajar dari mereka, tapi tetap kritis, jangan biarkan Indonesia dikuasai dan dijajah dengan cara apapun oleh negara manapun termasuk AS.