Friday, February 28, 2014

Belajarlah Hidup Seperti Ini



Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar dan tidak tahu isi dalamnya...
Kita hanya melihat, wah.... pengusaha itu hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia sekali...

Padahal dia sedang stress dan hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya buat bayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi milik bank.

Huaaa... pasangan anggun yang hadir di acara reuni itu begitu serasi dan mempesona, mereka pasti hidup harmonis dan bahagia....
Padahal hidup mrk penuh dengan kebencian, saling menuduh, mengkhianati dan menyakiti, bahkan sudah dalam proses perceraian dan bagi harta...

Lihat pemuda itu, lulusan Harvard dengan nilai cumlaude, pasti mudah dapat kerja, gaji besar, hidupnya pasti bahagia...
Padahal dia kena PHK sudah 10x, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat job baru...

Woww... Ibu muda itu, selalu ke pub clubbing dan diskotik, dia punya banyak waktu, tak perlu memusingkan kerjaan rumah, hidupnya enjoy banget, dia pasti bahagia....
Padahal batinnya hampa dan kesepian, jiwanya merintih. suaminya tak pernah menghargai dan mengasihinya...

Lihat tetangga kita anaknya sudah besar2 semua, bapak ibunya sudah boleh santai dan tenang, mereka pasti bahagia,
Namun kenyataannya orang tua itu tak pernah bisa tidur nyenyak, anak-anaknya tak berbakti, suka judi dan narkoba.

Sahabatku,
Seringkali kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita yang di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.

Janganlah bergosip tentang masalah orang lain, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah tp manusia tak luput dr masalah.

Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!

Jangan membandingkan hidupmu dengan orang lain, karena orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita.

Jadi nikmatilah apa yang kita miliki saat ini.


SUMBER


Secercah Harapan dari Perempuan Hebat Untuk Anak Terbelakang



Perjalananku kali ini sampai pada sebuah kampung yang namanya Kepoh Tohudan ColomaduKarang Anyar Jawa Tengah. Di kampung pinggiran kota solo itu aku bertemau dengan seorang perempuan yang menyimpan cerita yang uniknya melampaui fiksi.



Namanya eko setiyoasih. usianya masih cukup muda, sekitar 35 tahun. Namun perempuan ini idenya sangat keren dan belum banyak orang yang melakukannya. Yakni mendirikan sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus secara gratis. Padahal ia bukanlah orang yang kaya raya.

Pada sebuah rumah bercat hijau yang sekaligus tempat dijadikan sekolahan itu perempuan single parent dengan tiga anak itu menceritakan kisahnya. Ibu yang selalu tersenyum di sela-sela ceritanya ini kesehariannya adalah guru (honorer) pada sebuah SD Luar Biasa di Papahan Karang Anyar Jawa Tengah.

Selesai mengajar di sekolah resmi itu ia langsung emlanjutkan mengajar sekitar 20 anak berkebutuhan khusus. Sekolah itu ia dirikan pada 16 juni 2010. Namanya sekolah luar biasa anugerah. Murid-muridnya mulai dari tingkat TK sampai SMU. Semua anak yang sekolah di rumahnya tidak membayar sama sekali alias gratis.

Mereka datang dari wilayah Colomadu, Solo, Wonogiri dan sekitarnya. Saat ini di sekolah Anugerah itu ia dibantu oleh tiga guru yang mengajar pada pagi hari. Untuk anak-anak yang masih parah atau baru saja masuk, ia sendiri yang menangani mereka secara personal.



Dari mana ia membiayai sekolahan itu, perempuan itu hanya mengandalkan donatur, dari orang-orang yang dikenalnya saja. Sehingga setiap bulan dana untuk operasionalnya tidak tetap. Untuk honor guru yang membantunya ia memberinya dalam jumlah nominal yang tidak tetap, tergantung para donatur.

Namun perempuan itu selalu optimis, ia akan terus bisa mengembangkan sekolah gratis yang didirikannya itu. Kalau kita jujur dan tulus, insyaAllah selalu ada jalan. Dan benar, buktinya sampai sekarang sekolah itu masih berjalan.

Para orang tua yang datang ke sekolah luar biasa anugerah kebanyakan adalah orang-orang yang putus asa. Ketika mereka telah melakukan terapi dengan biaya mahal namun tidak ada hasilnya. Atau karena anaknya telah ditolak menjadi murid di sekolah lain. Perempuan itu menceritakan, salah satu muridnya ada yang pernah ditolak sembilan kali oleh sekolah formal.

Namun kebanyakan berasal dari keluarga tidak mampu. Bahkan salah satu muridnya adalah seorang anak yang telah dibiarkan orang tuanya berkeliaran di jalan. Perempuan ini menemukan dia ketika sedang mengais-ngais makan di tempat sampah. Anak itu kemudian di ajak pulang dan tinggal bersamanya.

Sampai sekarang banyak orang tua yang berterimakasih kepada Mba Eko karena anaknya telah mengalami kemajuan. Padahal sebelumnya anaknya tidak mengalami perkembangan. Ketika ditanya memakai metode apa ketika mengajar, perempuan itu tegas menjawab, "saya tidak menerapkan metode-metode yang pernah saya pelajari, saya hanya memakai metode keikhlasan hati".



Mengenai keikhlasan hati ini ia punya cerita menarik.

Sebagai guru anak yang berkebutuhan khusus, ia pernah diludahi, ditonjok bahkan suatu kali pernah kedua tangannya di cakar sampai berdarah. Namun ia tidak marah, menurutnya peristiwa ini pasti akan membawa hikmah. Ketika ia pergi ke dokter dan menceritakan peristiwanya, dokter itu menggratiskan seluruh biaya pengobatannya. Selain itu kini dokter itu menjadi donatur tetap sekolah Anugerah.

Selama perbincangan, saya seperti sedang mendengarkan nasehat ustadz, namun lebih inspiratif tentunya. Menurut dia, kalau kita ikhlas membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus ini, pasti kita akan memperoleh balasan dari Tuhan.

Setiap orang kan mempunyai jatah rezeki masing-masing, nah jatah anak-anak yang tidak bisa menggali rezekinya sendiri ini akan diberikan kepada orang-orang yang telah membantunya.

Rencananya ia akan membuat asrama untuk murid-muridnya, khususnya untuk anak perempuan. Sehingga anak-anak berkebutuhan khusus itu tidak menjadi objek pelecehan seksual oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Namun semua itu ia serahkan pada tuhan. karena saat ini saja, biaya untuk operasional sekolah itu masih minim.

Keperluan bulanan yang harus dikeluarkan untuk sekolah Anugerah adalah untuk membayar honor tiga guru, biaya untuk membeli alat tulis dan kegiatan kreativitas, foto kopi dan lainnya.

SUMBER


5 Sekte SEKS BEBAS Di INDONESIA

5 Sekte Seks Bebas Yang Ada Di Indonesia | BMBD | Un1x Project | Sekte ini mengajarkan pengikutnya untuk melanggar perintah agama dan tentunya menghalalkan melakukan seks bebas. Ajaran ini dianggap menyimpang tak hanya agama, namun juga norma adat.
Sekte Seks Bebas Yang Ada Di Indonesia Berikut sekte-sekte yang pernah terungkap dan diduga merupakan sekte seks bebas

1. Sekte Titisan Syekh Malik

Sekte ini berada id Majalengka dengan pemimpin bernama Ben yang mengaku merupakan titisan Syekh Malik. Ajaran Ben yang secara Islam dianggap sesat lantaran tidak melaksanakan sholat.  Mereka cukup melaksanakan ritual di masjid pada sebuah tiang yang dibalut kain putih.

Menurut penuturan warga Kecamatan Kasokandel, Majalengka ajaran lain yang diajarkan oleh Ben adalah memperbolehkan anggotanya menikahi wanita yang telah memiliki suami. Selain itu banyak ritual sesat yang dilakukan oleh pengikutnya. Keberadaan Ben saat dimintai oleh kepolisian dan ketua MUI setempat tak bisa dilacak dan tidak ada yang tahu kemana dia pergi.

2. Sekte Satria Piningit Weteng Buwono

Adalah Agus Imam Solihin pendiri sekte Satrio Piningit Weteng Buwono. Sekte ini dianggap sesat dan melanggar perintah agama Islam. Agus yang mengaku sebagai Imam Mahdi mengajarkan kepada pengikutnya untuk meninggalkan sholat, puasa dan menjalankan hubungan seksual bersama pasangannya secara bersama-sama dalam satu ruangan.

Sebelumnya Agus mendirikan padepokan di Permunas III Bekasi Timur yang akhirnya diusir oleh warga dan akhirnya pindah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dianggap meresahkan dengan ajarannya yang menyimpang, Agus pun ditangkap, namun sempat melarikan diri. Agus pun menyerahkan diri dan dia diadili dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.

3. Sekte Children of God

Sekte ini pernah terjadi di Jakarta dan Bandung dan konon masih aktif dan berpindah-pindah. Sekte ini sendiri berasal dari Amerika berdiri tahun 1968 oleh David Berg dan diterapkan di Indonesia.

Sekte ini juga dilarang di Amerika dan sempat berganti nama dari Children of God menjadi Family of Loves. Ajaran ini dinilai sesat karena memperbolehkan seks bebas sebagai bentuk kasih Allah.

4. Sekte Hakekok

Sekte Hakekok yang berada di Pandeglang adalah variasi dari tasawuf dengan penyimpangan dalam melakukan ritual. Salah satu yang mencolok dari ajaran ini adalah laki-laki dan wanita yang bukan suami atau istri diizinkan berhubungan intim.

Ditenggarai sudah melanggar agama, maka sekte ini coba dibubarkan oleh Ketua MUI Banten dan aparat kepolisian. Sekte ini berhasil dibubarkan berkat desakan masyarakat yang merasa resah dengan praktek ini.

5. Sekte Surga Adn

Penangkapan 9 orang di Cirebon yang diduga penganut ajaran sesat membukakan mata, bahwa banyak sekali ajaran sesat yang ada di Indonesia. Bisa jadi ini salah satu dari ajaran sesat lainnya yang belum terungkap.

Sekte yang bernama Surga Adn ini salah satu ajarannya adalah penyucian dosa bagi para gadis. Prakteknya sungguh tidak dimasuk akal dengan cara melakukan hubungan badan. Selain itu pengikut bisa mengganti sholat 5 waktu dengan membangun rumah layaknya istana sebagai tempat tinggal. 

Thursday, February 27, 2014

Inspirasi dari Ibu Penjual Pecel Semanggi



Telah lama saya berhenti untuk mengamati keadaan di luar. Ya…itu mungkin karena seorang karyawan kantoran yang kerjanya di depan sebuah komputer. Sedangkan saya juga termasuk orang yang jarang melakukan travelling dan menghabiskan akhir pekan saya dengan keluarga, membaca buku dan tentu saja mengupdate blog kesayangan (baca: blog perjuangan) saya ini. Sampai pada suatu saat sobat lama saya saat bekerja di sebuah televisi swasta nasional-Rinaldi Asbarinsyah-datang ke Surabaya meminta bantuan agar di guide untuk survey persiapan syuting film dokumenter bertema peddler of Asia (penjual makanan kaki lima di Asia). Cukup bingung juga saya mencarikan obyek syuting yang menarik. Ceritanya harus kuat, mempunyai nilai historis yang kuat, dan terkenal, tetapi masih tetap menjaga ciri khasnya yakni berbentuk kaki lima.



Pecel Semanggi

Salah satu makanan langka yang jarang ditemui di Surabaya adalah Pecel Semanggi. Jika makanan-makanan khas Surabaya didaftar, maka makanan ini layak menempati urutan pertama dikarenakan makanan ini hanya bisa dijumpai di Surabaya. Tidak seperti makanan Surabaya lainnya, yang masih bisa ditemui di kota-kota lain. Pecel Semanggi hanya ada di Surabaya dan saat ini penjual pecel semanggi kini tak mudah lagi dijumpai. Berangkat dari alasan itu, akhirnya semanggi menjadi obyek survey kami.

Menurut petunjuk banyak orang, di beberapa titik di Surabaya masih ada yang berkeliling. Setelah banyak bertanya ke sana sini, ternyata didapatkan info bahwa para penjual pecel semanggi yang notabene adalah ibu-ibu lanjut usia, sering berkumpul tiap pagi di Pasar Kembang, yakni sebuah jalan di Surabaya yang tempatnya ramai karena pinggir jalannya digunakan sebagai pasar dan merupakan titik pertemuan yang menghubungkan Surabaya Barat dengan Wilayah Surabaya yang lain. Mereka berasal dari Daerah Benowo, sebuah daerah barat pinggiran Surabaya yang berbatasan dengan kabupaten Gresik yang masih tertinggal pembangunannya. Kenapa mereka bisa berasal dari sana adalah karena di sanalah terdapat juragan yang memproduksi semanggi lalu juragan tersebut menjual semangginya bagi ibu-ibu di daerah tersebut yang berprofesi sebagai penjual pecel semanggi keliling.

Persiapan Sebelum Berangkat

Pukul 8.30 pagi, saat yang ditunggu itu tiba. Ternyata para penjual tersebut datang dan turun di pinggiran jalan Pasar Kembang tersebut dengan bebarengan naik sebuah angkutan umum yang mereka sewa. Setelah turun dari angkutan, terpampanglah sebuah pemandangan yang cukup unik. Puluhan penjual pecel semanggi berkumpul di pinggir jalan yang ramai sedang mempersiapkan diri untuk segera berpencar menuju berbagai sudut kota. Lihatlah sedikit gambar kesibukan mereka. Tampak guratan wajah mereka serius melakukan awal perjalanan harian mereka. Kesibukan itu jika dicermati adalah sebuah pekerjaan yang menunjukkan sebuah guratan semangat yang optimis dari para penjual pecel semanggi itu.

Berangkat Menyebar ke Lokasi

Setelah melakukan persiapan bersama, seolah di antara mereka dengan kompak bersama-sama berangkat untuk menyebar dan saling menyemangati satu sama lainnya. Pandangan Teman saya Rinaldi tertuju pada satu ibu tua yang tampak terlambat berangkat dibandingkan dengan teman-temannya. Ternyata sang ibu yang sesuai perjanjian tidak tertulis para penjual pecel semanggi, berjualan di sekitar daerah Pasar Kembang tersebut. Kesempatan untuk mengexplorasi kisah ini sudah di atur Allah. Lalu teman saya meminta ijin sang ibu tua untuk mengikutinya. Sang ibu tua penjual pecel semanggi itu member ijin. Sang ibu tua itu bernama Ibu Tatik. Walaupun sang ibu lupa akan usianya, tapi telah banyak cerita yang dituturkannya selama mengikutinya berjualan. Ibu Tatik adalah salah satu penjual pecel semanggi yang berjualan di sekitar daerah jalan Diponegoro

Menurut Ibu Tatik, ia memilih tempat berjualan dekat tempat mereka turun dari angkot sehingga tidak menghabiskan biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan. Ia berjualan mulai jam 9 pagi sampai jam 3 siang dan dalam sehari ia rata-rata menjual 100 porsi pecel semanggi dengan harga Rp. 5000 per pincuk. Ibu Tatik tinggal di Benowo dengan 2 anak dan 3 cucu, sementara suaminya telah meninggal dunia. Benar-benar seorang ibu pejuang.

Fenomena apa yang dapat kita kaitkan?

1. Rata-rata pembeli semanggi adalah orang-orang tua, yang masih mengenal makanan semanggi dan rasa khasnya. Ini berarti pelanggan sangat langka dan dikejar oleh waktu sebelum hilang.

2. Sangat sedikit orang muda yang mengenal apa itu semanggi. Kalaupun mengenal, tarikan kuat dari sebuah kata yang dinamakan gengsi serta kemewahan restoran fast food dengan kenyamanan AC-nya yang sejuk akan membuat mereka semakin jauh dengan apa yang dinamakan pecel semanggi

3. Melihat asal para penjual pecel semanggi ini dan pemasok bahan mereka yang tunggal di daerah Benowo, maka dapat dipastikan dari sisi para penjual pecel semanggi ini juga sangat rentan untuk segera hilang .

4. Pecel semanggi dan para penjual gendongnya sebenarnya adalah sebuah budaya khas Surabaya dan fenomenal.

5. Ketidakmampuan Pecel semanggi untuk menembus ke restoran-restoran besar, walaupun di Surabaya terdapat depot semanggi yang cukup terkenal, yakni depot semanggi Dempo di Jl. Dempo (daerah Petemon), Surabaya

Lihatlah perjuangan ibu-ibu penjual semanggi gendong tersebut. Mereka jauh lebih mulia daripada orang-orang muda yang kuat yang sangat suka untuk nongkrong tidak produktif. Mereka tidak serakah seperti koruptor yang dengan berbagai cara tetap memperjuangkan keserakahannya. Mereka berjuang dan bertahan untuk hidup di tepi jaman yang semakin menunjukkan bahwa jurang pemisah antara yang kaya/berkuasa dengan mereka yang lemah semakin lebar. Renungkan sejenak kisah ini, betapa banyak orang yang masih ribut untuk memperebutkan suatu hal yang disebut harta, sedangkan ibu-ibu penjual semanggi ini hanya berharap: “Semoga esok hari masih cerah bagi dan para pecinta semanggi masih ada untuk menghabiskan semanggi kita yang berat dipikul demi menyambung hidup di tepi jaman yang semakin keras ini”

Note:
Hargailah segala hasil kerja keras kita, karena kita tidak akan tahu sampai kapan kita akan meraih kesuksesan. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi inspirasi serta motivasi kita semua. Semoga Bermanfaat.


SUMBER


Izinkan Saya Berzina Dengan Anak Bapak



Sedikit catatan ringan untuk kita resapi, silahkan disimak :

Suatu hari sepasang muda-mudi akan pergi untuk berjalan-jalan. Setibanya pemuda di rumah orang tua sang gadis untuk menjemputnya,

Gadis: Masuk dulu ya, bertemu sama ayah 

Pemuda : Boleh kah?

Gadis: Masuk saja, saya bersiap-siap dulu.

masuklah sang pemuda melalui pintu utama. Pintu yang siap terbuka mengelu-elukan kedatangan si Pemuda.

Pemuda : Assalamualaikum.

Ayah Gadis : waalaikumussalam!

Mendengar lantangnya suara Ayah si gadis, si Pemuda kaku membatu. Lantas si gadis menyadarkan pemuda dari lamunan itu. Entah apa yang dipikirkannya.

Gadis : Mari, silahkan duduk

Pemuda : eh.,iyaa

Setelah mengucapkan salam dan berjabat tangan, duduklah si Pemuda di kursi yang hampir menghadap Ayah si gadis. Hanya koran yang menjadi ‘sitroh’ antara mereka.

Ayah Gadis : hendak jalan kemana hari ini?

Pemuda : ke Kota saja Pak, dia mau mencari barang katanya. entah barang apa saya tidak tahu.

Ayah Gadis : oh..

Pemuda : . . .

Hampir 5 menit suasana senyap tanpa suara. Dan ibu si gadis keluar dari ruang utama dan ruang belakang membawa air dan kue kering. Si Pemuda pun tersenyum manis.

Ibu Gadis : Silahkan diminum dulu nak. Kamu sudah sarapan?

Pemuda : eh, Sudah Bu. Terima kasih.

Ibu Gadis : kamu ini malu-malu segala dengan kami.

Pemuda : saya hanya segan Bu. Hehe

Ayah Gadis : kapan kamu mau mengirim rombongan (lamaran)?

Ibu Gadis : eh, ayah ini?

Pemuda : hmm. Saya belum memiliki banyak uang Pak. Hehe

Ayah Gadis : kamu bawa anak kami kesana-kemari. Apa orang kata nanti?

Pemuda: Setiap Kami pergi kami selalu naik mobil Pak, tidak pernah berdekatan apalagi sampai bergandeng tangan. Oh iya, Bisa saya tanya sedikit Pak?

Ayah Gadis : tentu saja, silahkan!

Pemuda : bapak dan ibu ingin saya menyediakan uang berapa untuk lamaran ini?

Ibu Gadis : kalau bisa Rp.20.000.000,-

Ayah Gadis : ehh, tapi kalau bisa lebih besar dari orang sebelah yang naksir juga sama gadis.

Pemuda : Maaf, Berapa itu Bu?

Ayah Gadis : Rp.40.000.000,- syukur-syukur bisa lebih

Pemuda : (whhooa.. Rp.40.000.000,- dari mana saya dapat uang sebanyak itu, aduh) Besar sekali Pak, apakah tidak bisa lebih sedikit, kita buat acara sederhana saja. Cukup mengudang keluarga, saudara dan tetangga dekat?

Ayah Gadis : itu nasib kamu nak, kamu yang akan menikahi anak kami. Lagipula dialah satu-satunya anak perempuan kami.

Si Pemuda pun hampir hilang akal ketika disebutkan ‘harga’ si gadis itu. Dan si Pemuda mencoba kembali berdiskusi dengan orang tua gadis pujaan hatinya.

Pemuda : boleh saya bertanya lagi, apakah anak Bapak pandai memasak?

Ayah Gadis : hmm,.boro-boro. bangun tidur saja jam 10 lebih, bukan bangun pagi lagi itu. Habis bangun Terus langsung makan siang.

Ibu Gadis : apa sih ayahnya ini, anaknya mau dijadikan istri, dia malah cerita yang jelek-jelek.

Ayah Gadis : Ibunya pun sama suka terlambat bangun juga.

Ibu Gadis : ih ayah ini!

Pemuda: (bengong) Ehh.. iya cukup Pak, sekarang saya sudah tau. Kalau boleh bertanya lagi. Bisa kah dia membaca Qur’an?

Ibu Gadis: bisa sedikit-sedikit kok

Pemuda : belajar dengan maknanya?

Ibu Gadis : mungkin.

Pemuda : hmm.

Ibu Gadis : kenapa?

Pemuda : oh tidak apa2 Bu =). Pertanyaan terakhir, apakah dia rajin sholat?

Ayah Gadis : apa maksud kamu Tanya semua ini !? Dia kan dekat dengan kamu. Harusnya kamu juga tahu.

Pemuda : setiap sedang diluar dan saya ajak sholat, dia selalu bilang sedang datang bulan. Sedikit-sedikit datang bulan. Saya jadi bingung, sebenarnya dia bisa sholat tidak.

Ayah dan Ibunya begitu kaget. Dan pada wajahnya begitu kemerahan menahan amarah.

Pemuda : oleh saya sambung lagi. Dia tak bisa masak, tak bisa sholat, tak bisa mengaji, tak bisa menutup aurat dengan baik. sebelum dia menjadi istri saya, Dosa-dosanya juga akan menjadi dosa Bapak dan Ibu. Lagipula tak pantas rasanya dia dihargai Rp.40.000.000. Kecuali dia hafidz Qur’an 30 juz dalam kepala, pandai menjaga aurat, diri, dan batasan-batasan agamanya. Barulah dengan mahar Rp.100.000.000, pun saya usahakan untuk membayar.

Tapi jika segala sesuatunya tidak harus dibayar mahal mengapa harus dipaksakan untuk dibayar mahal?
Seperti halnya mahar. Sebab sebaik-baik pernikahan adalah serendah-rendah mahar. Mata ayah si gadis direnung tajam oleh mata ibu si gadis. Keduanya diam tanpa suara. Sekarang ketiganya menundukkan kepala. Memang sebagian adat menjadikan anak perempuan untuk dijadikan objek pemuas hati menunjukkan kekayaan dan bermegah-megah dengan apa yang ada, Terutama pada pernikahan. Adat budaya mengalahkan masalah agama. Para orang tua membiarkan bahkan menginginkan anak perempuan dihias dan dibuat pertunjukkan di muka umum. Sedangkan pada saat akad telah dilafadz oleh suami, segala dosa anak perempuan sudah mulai ditanggung oleh si suami.

Ayah Gadis : tapi kan, Ayah hanya ingin anak Ayah merasakan sedikit kemewahan. Hal seperti tu kan hanya terjadi sekali seumur hidup.

Pemuda : Bapak ingin anak bapak merasakan kemewahan?

Ibu Gadis : tentulah kami berdua pun turut gembira.


Pemuda : sungguh demikian? Boleh saya sambung lagi? Bapak,Ibu.. saya bukanlah siapa2. Sekarang dosa anak Bapak, Bapak juga yang tanggung. Esok lusa setelah akad nikah terus dosa dia saya yang tanggung. Belum lagi pasti bapak dan ibu ingin kami bersanding lama di pelaminan yang megah, anak Ibu dirias dengan riasan secantik-cantiknya dengan make up dan baju paling mahal, di hadapan ratusan undangan agar kami terlihat mewah pula. Selain setiap mata yang memandang kami akan mendapat dosa. Apakah begitu penting hal tersebut jika dalam kehidupan sehari-hari kita malah berusaha untuk hidup sesederhana mungkin tanpa berlebih-lebihan. Ibu si gadis segera mengambil langkah mudah dengan menarik diri dari pembicaraan itu. Si ibu tahu, si Pemuda berbicara menggunakan fakta Islam. Dan tidak mungkin ibu si gadis dapat melawan kata si Pemuda itu.

Ayah Gadis : Kamu mau berbicara mengajari masalah agama di depan kami?

Pemuda : ehh. maaf Pak. Bukan saya hendak berbicara / mengajari masalah agama. Tapi itulah hakikat. Terkadang Kita terlalu memandang pada adat sampai lupa agama.

Ayah Gadis : sudah lah. Kamu sediakan Rp.40.000.000,- kemudian kita bicarakan lebih lanjut. Kalau tidak ada, kamu tak bisa kawin dengan anak aku!

Pemuda : semakin lama lah hal itu. Mungkin Di umur saya 30 atau lebih, saya baru bisa mengumpulkan uang tersebut dan bisa masuk meminang anak bapak. Baiklah,.Kalau memang bapak berharap tetap demikian, maka ’izinkan saya berzina dengan anak Bapak’?

Ayah Gadis : hei! Kamu sudah berlebihan!, kamu jaga baik-baik omongan kamu itu.

Pemuda : dengar dulu penjelasan saya pak. Apa bapak tahu alasan orang berzina dan banyak orang memiliki anak di luar nikah? Sebab salah satunya hal seperti ini ah pak. Selalu saja orang tua perempuan menempatkan puluhan juta rupiah untuk mahar, harus menunggu si pria mempunyai pekerjaan dengan gaji begitu tinggi, sampai pihak pria terpaksa menunda keinginan untuk menikah. Tetapi cinta dan nafsu kalau tidak diwadahi dengan baik, syetan yang jadi pihak ketiga untuk menyesatkan manusia. Terlebih di zaman seperti ini yang cobaan dan kondisinya tidak seperti zaman Bapak dan Ibu dulu. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas memuaskan nafsu serakah dengan berzina. Pertama memang hal yang ringan-ringan dulu pak, pegang-pegangan tangan, saling memeluk, dan sebagainya. Tapi semakin lama akan menjadi hal berat. Yang berat-berat itu Bapak sendiri pun bisa membayangkan.

Ayah Gadis : lantas apa kaitan kamu dengan hendak berzina pula!?

Pemuda : Begini logikanya. Sepertinya yang terjadi dengan anak-anak lainnya. Bapak tidak memberi izin kami menikah sekarang, biar ada berpuluh juta uang dulu baru bisa menikah. kami hendak melepaskan nafsu bagaimana pak? setiap harinya kami mengenal lebih dekat dan semakin dewasa. Dia meminta saya menengoknya, semakin cinta saling melepas rasa rindu. Susah pak, itu Nafsu yang diberikan kepada manusia. Sebab itu saya dengan rendah hati meminta izin pada bapak untuk berzina dengan anak bapak. Terlepas apakah yang penting bapak tahu saya dan dia hendak berzina. Sebab rata-rata orang yang berzina itu orang tua tidak tau pak, tidak. Kelihatannya pemuda-pemudi zaman sekarang biasa-biasa saja padahal sebenarnya sudah pernah bahkan sering berzina. Ironisnya banyak orang menganggap hal itu tidak tabu lagi. Berzina bukan saja hal yang ehem-ehem saja. Ada zina-zina ringan, zina mata, zina lidah, zina telinga dll. Tapi sebab hal ringan itu lah yang akan menjadi berat.

Ayah Gadis : hmm. Kamu ini begitu pelik dan memperumit saja. Beruntung kamu bukan orang lain. Kalau orang lain, sudah dari tadi saya angkat parang. Begini nak, Tapi kalau tidak ada uang, bagaimana kamu akan memberi dia makan??

Pemuda : hehe. Bapak. lupakah Bapak dengan apa yang telah Allah pesankan pada kita.

“Dan menikahlah orang-orang bujang (pria dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang sholeh dari hamba-hamba kamu, pria dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka. sesungguhnya karunia Allah Maha luas (rahmat dan karunianya), lagi Maha Mengetahui. “(An Nur 32).

Apakah kita tak yakin dengan apa yang Allah janjikan. Bapak dan Ibu juga pernah lah menjadi muda. Masalah datangnya harta, selagi kita terus berusaha itu adalah Rahmat-Nya yang sudah ditakdirkan pada tiap-tiap hamba-Nya. Lagipula pak, kalau makan dan minum itu insyaAllah, saya sanggup untuk memberikannya. Tempat tinggal bisa kita bicarakan lagi. Kalau hal ini bisa menghalangi kami dari melakukan dosa dan sia-sia. Apakah tidak lebih baik disegerakan. Bapak pun tak mau hal-hal tak tidak diinginkan terjadi.

Bapak si Gadis Diam tanpa kata, merenung kata-kata si Pemuda. berusaha memikirkan cara untuk mematahkan kata-kata si Pemuda. Dan ayah si gadis mendapat akal.

Ayah Gadis : kamu tahu lah zaman sekarang ni. Kalau mengikuti cara kamu itu. Mungkin kamu tidak suka dengan acara persandingan yang mewah, Bapak bisa terima. Tapi kamu apa bisa menerima apa yang akan orang-orang katakan. Orang akan mengatakan anak aku ‘kecelakaan’ dan terpaksa menikah dengan kamu. Mau ditaroh dimana muka ini.

Pemuda : bagus juga pikiran bapak itu. Kalau’ kecelakaan’ mana mau saya menikahi anak bapak. Karena akan selamanya menjadi haram, orang yang zina tidak akan pernah menjadi halal sekalipun dengan pernikahan. Kalau bapak memaksa ya sudah. Bisa ikut nikah masal kan bagus juga bisa berhemat tapi tetap ramai.

Ayah Gadis : serius lah nak!

Pemuda : begini pak, sekali lagi rasanya tidak perlu membayar puluhan juta dan mahar yang berlebihan sehingga memaksa diluar kemampuan. Tapi saya tak mengatakan tidak ada walimatul urus. Sedang walimatul urus itu tetap perlu dan disesuaikan dengan kemampuan. itu cara Islam.

Saya bukan hendak macam-macam dengan bapak. Syariat memang seperti itu. Maha baiknya Allah sebab masih menjaga kita selama ini, tapi hal sepele seperti ini pun kita masih memandang ringan dan kita tak percaya dengan apa yang telah Allah janjikan.

Saya benar-benar minta maaf kalau ada kata-kata saya yang membuat bapak tidak senag terhadap saya. Tidak juga bermaksud tidak takdzim dengan Bapak dan Ibu. Segalanya kita serahkan pada Allah, kita hanya bisa merencanakan saja.

Azan dzuhur berkumandang, jaraknya tidak sampai 10 rumah dengan rumah si gadis. Si Pemuda memohon untuk ke surau dan mengajak bapak si gadis untuk pergi bersama. Namun ajakan ditolak dengan lembut. Lantas sang pemuda memberi salam dan memohon untuk keluar. Di pinggir jendela tua si gadis melihat si Pemuda mengeluarkan kopiah dari sakunya dan segera di pakainya. Masuk mobil dan hilang dari penglihatan si gadis tadi. Sedang si gadis yang sedari tadi berdiri di balik tirai bersama ibunya meneteskan air mata mendengar curahan kata-kata si Pemuda terhadap ayahnya. Kerudung lebar pemberian si Pemuda sebagai hadiah padanya yang lalu digenggam erat. Ibu si gadis juga meneteskan air mata melihat pada perilaku anaknya. Segera ibu dan si gadis ke ruang tamu menghadap ayahnya.

Ibu Gadis : apa yang anak itu katakan benar. Kita ini tak pernah memperhatikan syariat-syariat ringan agama selama ini. Terlalu melihat dunia, adat dan apa kata orang. Padahal mereka tak pernah juga peduli pada kita.

Ayah Gadis : hmm.. entahlah, ayah tak tahu. Begitu Keras yang anak itu katakan tadi. Dia berpesan tadi, kamu suruh bersiap, lalu setelah dzuhur dia jemput kamu.

Gadis : sudah tidak ada mood untuk pergi ayah..

kemudian Si gadis menggapai telepon genggamnya dan mengetik pesan.

Si Pemuda yang selesai mengambil wudhu tersenyum saat membaca pesan yang baru saja diterima dari si gadis,

“Andai Allah telah memilih dirimu untukku,

aku ridho dan akan terus bersama mu,

Apapun yang ada pada dirimu dan yang kamu miliki,

aku juga akan terus pada agama yang ada padamu. :)

siang ini ga ada mood untuk keluar, maaf.

Minggu depan ayah menyuruh kirim rombongan (lamaran) untuk ke rumah.“

###

Terkadang fenomena seperti diatas masih saja sering terjadi. wahai kalian pemuda dan pemudi yang dirahmati Allah, jika kalian merasa telah mampu dan yakin untuk menikah. maka segerakanlah. sungguh-sungguh merugi orang yang menunda-nunda terhadap ramatnya Allah.


SUMBER


Wednesday, February 26, 2014

Pemulung Ini Kembalikan 3 Kotak Emas Senilai 300 Juta-an



Seorang pemulung bernama Ahmad Zaini, 20, asal Situbondo, Jawa Timur dikejutkan dengan temuan tiga kotak emas dari tumpukan sampah, Sabtu lalu. Pemulung ini kemudian memilih untuk melaporkan ke bosnya daripada diambil sendiri.

Ahmad Zaini beserta tiga orang temannya bekerja ditempat pengelola sampah secara swakelola yakni Depo Artha Ayu yang berada di Jalan Kendedes Ubung Kaja Denpasar. Sampah swakelola ini milik seorang warga bernama Made Raka Wirata. “Anak buah saya menemukan tiga kotak emas ini sekitar seminggu lalu setelah Galungan,” kata Made Raka Wirata, ditemui NusaBali di depo pengelolaan sampah miliknya, Kamis.

Saat itu kata dia, dirinya sedang makemit di Pura Dalem Alas Arum Banjar Batur, Desa Adat Ubung, Denpasar Barat. “Jadi hari Sabtu itu, saya didatangi tenaga saya (pegawai), dia menunjukkan tiga kotak yang dibilang ada isinya emas,” ujar Made Raka yang tinggal di Jalan Karya Makmur Denpasar ini. Saat dibuka dan disaksikan oleh banyak warga, tiga kotak itu ternyata benar berisi emas asli dalam bentuk cincin, gelang, keris dan beberapa bentuk lainnya.

Kepada dirinya, anak buahnya bercerita saat itu Zaini hendak memilah sampah-sampah yang dipungut dari warga. Saat pemilahan tersebut, Zaini yang baru satu bulan bekerja ini dikejutkan dengan tiga kotak emas dan beberapa diantaranya isinya berceceran diantara tumpukan sampah. Melihat hal itu, dia berinisiatif untuk mengambil dan memberikan kotak itu kepada bosnya, Made Raka Wirata. “Setelah itu, saya lakban tiga kotak ini sampai penuh, kemudian saya minta tanda tangan penemunya. Ini saya lakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, juga untuk mengamankan anak buah saya biar tidak dikira dapat dari mana,” urainya.

Kotak yang besarnya dua kali bungkus rokok ini kemudian disimpan selama tiga hari sembari menunggu pemiliknya. Selama tiga hari, perhiasan emas ini disimpan di pura biar aman, terlebih saat itu Made Raka juga sedang makemit di pura tersebut. Setelah tiga hari, akhirnya ada seorang warga bernama Desak Putu Urati, yang bertanya mengenai keberadaan kotak yang diakuinya berisi emas. Setelah dipastikan kalau pemiliknya adalah yang bersangkutan, maka perhiasan itu diserahkan kepadanya. Pemilik perhiasan itu mengaku teledor dengan menaruh perhiasan itu di bak kecil yang kemudian lupa dimasukkan ke tempat sampah.

“Pemiliknya sempat mau memberikan perhiasan itu sebagai imbalan, tapi saya tolak, karena kami tulus,” ungkapnya. Namun atas inisiatif sendiri pemilik perhiasan ini, kemudian memberikan uang kepada para pemulung yang bekerja di depo ini serta sembako. “Saya juga sudah bilang, kalau mau mengasih imbalan jangan ke saya, tapi kasih anak-anak saja (pegawai),” ungkapnya. Ahmad Zaini ditemui di tempat yang sama mengatakan awalnya dia curiga dengan sebungkus plastik kecil namun sangat berat. Setelah dituang ternyata isinya adalah perhiasan emas. Saat ditanya sempat punya pikiran untuk menyimpannya? “Tidaklah, tidak ada,” katanya polos. Dia mengaku diberikan imbalan Rp 500 ribu serta sejumlah sembako. Selain dirinya, beberapa temannya yang bekerja ditempat ini juga diberikan imbalan serupa. Pemilik perhiasan saat dikonfirmasi via ponsel, Desak Putu Urati, mengatakan karena keteledorannya, perhiasan itu sempat raib. Mengetahui perhiasannya hilang, dia sempat kebingungan, bahkan bakal menerjunkan ratusan orang untuk mencari perhiasan itu di TPA Suwung. Pasalnya perhiasan itu adalah perhiasan peninggalan. Namun sehari sebelum menerjunkan ratusan orang untuk mencarinya, dia mendapat informasi kalau ada pemulung yang bekerja di temat pemilahan sampah yang menemukannya. “Nilainya ya sekitar Rp 300-an juta,” katanya singkat.

Dia enggan menyebut berapa ia mengasih imbalan kepada para pemulung tersebut. Namun dia sudah memberikan sesuatu serta sejumlah sembako juga. Kejujuran seorang pemulung bersama pengelola sampah mendapatkan apresiasi dari Pemkot Denpasar. Kabar mengenai kejujuran ini sudah menyebar di masyarakat. Selain dinilai bisa membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan, pengelola sampah ini juga telah memberikan pelajaran tentang sikap kejujuran. “Dengan kesadaran sendiri pengelola depo yakni Made Raka dan anak buahnya mengembalikan perhiasan emas kepada pemiliknya Desak Putu Urati yang tinggal di Perumahan Jalan Tunggul Ametung. Sikap kejujuran ini mampu berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap depo pengolahan sampah yang berada di wilayah Desa Ubung Kaja,” kata Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra melalui Kasubag Pemberitaan Humas Dewa Gede Rai, Kamis. Depo yang didirikannya tahun 2003 ini memiliki empat orang tenaga pengangkut dan pemilah sampah, serta satu truk pengangkut sampah. Selama 11 tahun depo ini telah melakukan pengangkutan sampah beberapa desa seperti di Dusun Mertagangga, Dusun Tegal Kangin, Pasar Adat Poh Gading, hingga sampai Pasar Burung Satria.


SUMBER


Kisah Ibu yang Mewujudkan Permintaaan Terakhir Anaknya



BUKAN hal mudah bagi Natalia Sutrisno Tjahja melupakan putri satu-satunya yang meninggal dunia. Salah satu cara dia untuk mengobati kesedihan adalah mendirikan Maria Monique Lastwish Foundation. Lewat yayasan yang diberi nama sesuai nama putrinya itu, Natalia mewujudkan last wish (keinginan terakhir) anak-anak berpenyakit kronis di berbagai negara.

Tiga bulan pascagempa besar Haiti pada 2010, Natalia Sutrisno Tjahja mengunjungi negara di Karibia tersebut. Bisa dibilang keberangkatan perempuan 41 tahun itu bermodal nekat. Tanpa visa, Natalia mengunjungi Haiti untuk memberikan bantuan sekaligus mewujudkan last wish anak-anak berpenyakit kronis di salah satu negara termiskin di dunia tersebut.

"Waktu itu saya benar-benar nekat. Saya nggak ada visa. Tapi, saya beruntung dan bersyukur karena ada orang-orang yang mau membantu saya," jelas Natalia saat ditemui di Jakarta Selasa lalu (8/1).

Natalia mengisahkan, dirinya tergerak untuk mengunjungi Haiti setelah melihat maraknya pemberitaan yang terkait dengan gempa Haiti. Namun, dia paham bahwa kondisi negara tersebut tengah kacau-balau. Di samping itu, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Haiti. Otomatis, Natalia tidak mungkin mendapat visa untuk pergi ke sana.

Perempuan berkacamata itu tidak kehabisan akal. Dia lantas mencari cara dengan menghubungi rekannya yang merupakan salah satu pendiri yayasan sosial Melissa"s Hope Foundation Jean-Pascal Bain. Bain telah berada lebih dulu di Haiti dan membangun sejumlah selter untuk membantu para korban gempa, termasuk anak-anak.

Selain Bain, Natalia juga mengajak teman yang dikenalnya lewat situs jejaring sosial, yakni Hunter Kinkead. Dia adalah musisi kulit hitam dari Amerika Serikat. Mereka pun ditemani seorang kawan Natalia, yakni Evanni Jesslyn, yang juga tertarik untuk mengunjungi negara tersebut. Akhirnya, Natalia, Hunter, dan Evanni berangkat ke Haiti.

Dengan menempuh perjalanan sekitar 30 jam, ketiganya tiba di Bandara Port-au-Prince, Haiti. Menurut Natalia, kondisi bandara saat itu mirip dengan medan perang. Semua yang berada di bandara adalah tentara berseragam serta para dokter dan perawat yang siap menolong korban perang.

"Hanya kami bertiga yang pakaiannya kayak turis. Iki sopo, iki kok malah fashion show di tengah kondisi kayak gini," kata perempuan dari Semarang itu.

Begitu tiba, mereka langsung menuju loket imigrasi. Mereka sudah siap dengan risiko ditolak masuk ke negara tersebut. Benar saja, begitu pihak imigrasi mengetahui bahwa mereka tidak punya visa, ketiganya dilarang memasuki Haiti.

"Tapi, saya bilang, kami sudah jauh-jauh ke sini. Saya menempuh perjalanan 30 jam untuk sampai ke sini. Memang Indonesia tidak ada dalam list, tapi saya kemari karena saya mau membantu 19 unfortunate kid (anak yang kurang beruntung, Red) yang sakit kanker. Akhirnya, mereka mau mengerti. Saya lega banget," urainya.

Bersama Jean-Pascal Bain, mereka menuju lokasi selter Melissa"s Hope Foundation. Dalam perjalanan menuju ke sana, Natalia menyaksikan demonstrasi di mana-mana. Ketika melewati area dengan papan bertulisan "Restricted Area UN (United Nations)", Natalia merasa tertarik. Dia kemudian meminta Bain berhenti sejenak. Natalia dan dua rekannya lantas mendekati kawasan tersebut.

"Waktu kami mendekat, banyak orang yang nunjuk-nunjuk kami. Mereka menyuruh kami pergi. Tak tahunya, ternyata area tersebut penuh ranjau darat. Kami kaget bukan main. Beruntung kami diingatkan," jelasnya.

Meski sempat shock, mereka lantas melanjutkan perjalanan. Sesampai di selter Melissa"s Hope Foundation, Natalia segera mendatangi sejumlah anak yang akan menerima bantuannya. Pada waktu yang hampir bersamaan, Natalia bisa mendirikan Maria Monique Happy Room di Haiti.

"Padahal, waktu itu Haiti sedang dilanda badai Thomas. Semua tergenang banjir. Happy room itu menjadi tempat bermain pertama yang ada di sana yang dilengkapi kolam renang. Sampai sekarang, saya merasa bersyukur bisa sampai ke sana," ujarnya.

Maria Monique Happy Room merupakan bagian dari Maria Monique Lastwish Foundation. Happy room berbentuk sebuah ruang yang berisi permainan-permainan edukatif untuk menghibur anak-anak berpenyakit kronis dan anak-anak cacat yang kurang beruntung.

Dalam waktu dua tahun, Natalia sudah memiliki 80 Maria Monique Happy Room yang tersebar di Indonesia serta beberapa negara lain, antara lain Vietnam, Thailand, India, Afrika Selatan, dan Haiti.

Tempat-tempat yang disasar Natalia untuk mendirikan happy room tidak sekadar tempat pada umumnya. Beberapa happy room berada di desa-desa terpencil. Yang paling ekstrem, Natalia mendirikan happy room di wilayah konflik seperti Haiti.

"Kami juga mendirikan happy room untuk anak-anak korban letusan Gunung Merapi. Terakhir, kami baru saja membuka Maria Monique Happy Room di Pulo Gadung, Jakarta," terang dia.

Awalnya Natalia mendirikan yayasan tersebut karena terinspirasi putri kecilnya yang bernama Maria Monique. Putri tunggal Natalia tersebut harus mengalah pada penyakit infeksi paru-paru ketika usianya masih cukup belia, yakni 7,5 tahun.

Untuk menyembuhkan putrinya, Natalia sudah habis-habisan. Hampir seluruh harta bendanya ludes untuk membiayai pengobatan putrinya di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura. "Sampai rumah saya ikut dijual," kenang Natalia.

Maria Monique terserang penyakit infeksi paru-paru pada 1 Januari 2006. Awalnya Maria dirawat jalan dan akan menjalani operasi di Indonesia. Namun, batal karena sang dokter tengah cuti. Saat itu jantung Maria sempat berhenti berdenyut. Keajaiban lantas terjadi, Maria kembali hidup. Tanpa berpikir panjang, Natalia membawa Maria ke Singapura. Sampai di sana, Maria langsung menjalani perawatan intensif. Tidak lama kemudian, jantung Maria kembali berhenti untuk kali kedua.

Ketika Maria kembali hidup, Natalia dihadapkan kenyataan pahit bahwa biaya pengobatan anaknya mencapai sekitar Rp 2,5 miliar. Natalia bingung bukan kepalang.

Sebab, uangnya tinggal Rp 8 juta di dompet. Sejak saat itu, Natalia hidup serba kekurangan. Namun, dia tidak sedikit pun kehilangan keyakinan kepada Tuhan. Satu per satu keajaiban terjadi. Pihak rumah sakit menggratiskan biaya dokter yang mencapai Rp 1 miliar.

"Setidaknya beban saya sudah berkurang meski masih kurang Rp 1,5 miliar lagi. Tapi, saya sangat berterima kasih kepada dokter-dokter di Singapura," ujarnya.

Keajaiban berikutnya terjadi. Suatu hari wartawan The Strait Times Singapura Marc Lim mendengar kisah Natalia. Sang jurnalis memuat kisah Natalia dan anaknya di medianya. Tidak lama, media-media lain ikut meliput kisah perjuangan ibu dan anak itu. Salah satunya, The Singapore Women"s Weekly.

Para jurnalis juga menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Maria. Bukan hanya itu, efek pemberitaan kisah Natalia dan putrinya ternyata cukup masif. Banyak dermawan yang lantas membantu biaya pengobatan Maria. Namun, ternyata Tuhan punya rencana lain. Sebab, pada 27 Maret 2006 Maria dipanggil-Nya.

Kesedihan yang mendalam dirasakan Natalia karena kehilangan putri satu-satunya itu. Meski begitu, hal tersebut tidak membuatnya kecewa kepada Tuhan. Natalia memilih memasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Dia yakin, Tuhan memiliki rencana yang lebih besar untuk dirinya. Seratus hari kemudian, Natalia mendapatkan jawaban. Dia seolah mendengar bisikan putrinya.

"Dia bilang, "Mom, go around the world, find the unfortunate kids and give them happiness (Mama, pergilah berkeliling dunia, temukan anak-anak yang kurang beruntung dan beri mereka kebahagiaan)"," ujar mantan direktur sebuah agen perjalanan itu.

Berdasar bisikan tersebut, Natalia memantapkan diri untuk mendirikan Yayasan Maria Monique. Yayasan tersebut berdiri pada Desember 2006 dengan dana seadanya. Saat itu Natalia mengaku hanya memiliki USD 50 atau sekitar Rp 500 ribu.

Dengan modal seadanya tersebut, Natalia yakin yayasannya bisa berkembang. Keyakinan Natalia tidak salah. Sampai saat ini, Natalia sudah membantu mewujudkan keinginan terakhir belasan ribu anak-anak dari usia 5 hingga 15 tahun dengan penyakit kronis di seluruh dunia menjelang masa-masa terakhir mereka di dunia.

Belasan ribu last wish tersebut pun berbagai macam. Salah satunya, bocah berusia 12 tahun bernama Zulfikar. Bocah tersebut menderita kanker tulang belakang stadium akhir. Last wish Zulfikar adalah ingin menjadi pilot. Karena itu, Natalia pun membantunya mewujudkan keinginannya tersebut. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membantu Natalia dalam memenuhi cita-cita Zulfikar.

"Jadi, ada kopilot Okki dan Bapak Hotma yang datang mengunjungi Zul. Mereka memberikan topi dan pin pilot. Zul pun sangat senang. Dia mengenakan topi dan pin tersebut sampai akhirnya meninggal 15 hari kemudian," jelasnya.

Karena kerap membantu anak-anak kurang beruntung di berbagai belahan dunia, Natalia berteman baik dengan para duta besar negara-negara sahabat seperti Vietnam, Myanmar, Jepang, Afrika Selatan, dan Italia. Bahkan, pada pembukaan Maria Monique Happy Room ke-80 di Pulo Gadung, Dubes Afrika Selatan menyediakan mobil dinasnya untuk mengangkut barang-barang perlengkapan happy room.

Berkat kiprahnya, Natalia sering mendapat bantuan dari berbagai pihak. Misalnya, Kamis lalu (10/1) Natalia menggelar acara Maria Monique Lastwish Foundation yang berjudul Thanks Singapore. Semula Natalia hanya berniat mengucapkan terima kasih kepada Singapura yang sudah membantu banyak ketika dirinya berjuang menyembuhkan putrinya.

Karena itu, dia mencari anak-anak penderita kanker yang kurang beruntung di Singapura. Berkat bantuan seorang teman, dia mendapat 40 anak yang last wish-nya akan diwujudkan yayasannya. Dari situ, Natalia diperkenalkan kepada seorang perempuan bernama Indah Papan. Ternyata dia adalah istri chief surgery di National University Hospital (NUH). Akhirnya, NUH-lah yang mengurusi acara tersebut.

"Saya hanya tahu jadinya nanti seperti apa acaranya. Acara itu didukung banyak donatur seperti Ibu Obin Komara, Lisa Mihardja, Ibu Dubes Afrika Selatan Edith Lehoko, Ibu Dubes Yunani Clara Pek Veis, artis Asty Ananta, Sanjay Bhojwani, dan para donator perseorangan di Singapura dan Indonesia," tuturnya.

"Saya bersyukur sekali banyak yang membantu saya. Termasuk, para TKI yang bekerja di Taiwan. Mereka urunan untuk membantu yayasan saya ini," tambah dia.

Note:
Kehilangan seseorang memang hal yang sangat berat, terlebih orang tersebut adalah orang terdekat kita. Sedih itu perasaan yang manusiawi. Tapi hidup itu ibarat kita menumpang satu bus dimana ada orang yang naik dan turun silih berganti dalam perjalanan kita. Dan Ibu Natalia ini telah membuktikan bahwa semua orang bisa bangkit dari kesedihannya dengan cara membahagiakan sesamanya.


SUMBER


Tuesday, February 25, 2014

Bodoh Versus Pintar Ala Bob Sadino



Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.

1. Terlalu Banyak Ide

Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai

Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis

Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses

Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar

Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi

Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai

Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri

Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan

Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus

Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen

Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas

Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas

Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas

Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas

Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Menacampuradukan Keuangan

Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah

Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan

Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga

Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk

Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.


SUMBER


Ada Malaikat Menangis di Stasiun Kota



Kemarin saya istirahat makan di kantor saya, kebetulan kantor saya di daerah yang lumayan 'minus' sih.. kalo kamu yang ada di Jakarta mungkin tau daerah Stasiun Kota kaya gimana.

Banyak pengemis, gelandangan dan orang-orang yang tingkat kehidupannya (maaf) dibawah kesejahteraan.

Sebelum nyari makan, saya beli rokok dulu biar tar abis makan ga bingung nyari rokok.. Saya nyalain satu batang..

Sambil ngerokok saya jalan buat nyari tempat yang enak buat duduk dan makan.

sampe akhirnya saya nemu sebuah tempat yang menurut saya enak dan teduh, saya celingukan soalnya semua tempat duduk uda dipake orang-orang.

Di sela-sela celingukan saya, seorang bapak tua bilang ke saya :

"Silakan pak, disini aja duduk sama saya" katanya..

Saya iyain aja, meskipun rada panas tapi yang ada cuman disitu doang..

Saya perhatiin bapak itu, orangnya uda tua banget, kurus, giginya udah ompong, rambutnya udah putih semua, bawa-bawa tas besar ama kresek isinya plastik-plastik gitu..

Saya ga sempat foto, ga enak juga kalo saya moto2, tar dikira apaan..

Dimulailah obrolan saya ama bapak itu...

Saya : A

Bapak: B

A: lagi nunggu apa pak?

B: nggak mas, ini cuma duduk-duduk aja abis cari sampah seharian.. capek..

A: Jalan dari jam brapa pak?

B: dari pagi mas, uda lumayan banyak dapetnya ini..

A: oohhh...

Obrolan sempat brenti bentar, saya nikmatin rokok, bapaknya ngerapiin plastik2nya gitu..

Sampe pada akhirnya saya liat si Bapak pijet2in kepalanya gitu sambil hela napas panjang..

A: pusing ya pak? siang2 panas gini emang bikin pusing..

B: (ketawa kecil) iya mas.. agak pusing kepala saya..

A: bapak ngerokok? ini kalau bapak mau.. (sambil saya sodorin rokok saya yang tinggal sebatang)

B: nggak mas makasih, saya nggak ngerokok.. sayang uangnya, mending buat makan daripada beli rokok.. lagian ga bagus juga buat badan.

Dalem hati saya rada tertohok juga..

A: iya juga sih pak.. (nginjek rokok saya)

Abis itu saya denger suara perut.. kruuuuukk gitu..

Saya spontan noleh ke arah si bapak.

A: Bapak belum makan pak?

B: (senyum) belum mas, agak nanti mungkin..

A: wah, tar tambah pusing pak?

B: iya mas, saya udah biasa kok..

Ga lama, kedengeran lagi bunyi perutnya..

A: Bapak beneran ga mau makan pak?

B: iya mas, nanti aja...

Saya udah ngerasa kalo bapak ini bukannya ga mau makan, tapi beliau ga punya uang buat makan..

A: bentar ya pak, saya ke warung dulu pesen makan..

B: oh.. iya mas, silakan..

Saya nyamperin tukang nasi padang terdekat, saya pesen buat saya sendiri ama saya inisiatif beliin nasi ma ayam buat si bapak. Selese pesen, saya bawa tu nasi dua piring ke tempat duduk tadi, trus duduk..

Saya mau langsung ngasih tapi kok saya takut kalo bapaknya salah tangkep ato tersinggung, jadi saya akting dikit..

Saya pura-pura dapet telpon dari temen saya

A: (pura2 telpon) yaaah? ga jadi kesini? uda gw beliin nih... ooohh.. gitu... yauda deh gapapa..

belaga tutup telpon

A: wah payah nih temen saya, udah dibelikan makanan ternyata ga jadi..

B: (senyum) ya ga papa mas, dibungkus aja nanti bisa dimakan sore..

A: wah, keburu basi pak kalo nanti sore.. dimakan sekarang pasti ga abis.. gimana ya? mmmm... Bapak kan belum makan siang, ini makanan daripada sayang ga ada yang makan gimana kalo bapak aja yang makan pak? nemenin saya makan sekalian pak..

B: waduh mas, saya ga punya uang buat bayarnya..

tepat dugaan saya, dalem hati..

A: gapapa pak, makan aja.. saya bayarin dah! saya lagi ulang taun hari ini..(bo'ong)

B: wah.. beneran ga papa mas? saya malu..

A: lho? ngapain malu pak? udah bapak makan aja..

B: iya mas, selamat ulang tahun ya mas..

A: iya pak.. bapak mau mesen minum sekalian nggak? saya mau pesen..

B: nggak mas.. nggak usah..

Saya manggil tukang minuman, saya mesen 2 es teh manis..

B: lho mas? saya nggak pesen..

A: iya pak, saya beli dua.. haus banget soalnya..(saya bo'ong lagi)

Tanpa saya duga, si bapak netes airmatanya.. beliau ngucap syukur berkali kali.. beliau ngomong ke saya..

B: mas, saya makasih sudah dibelikan makanan.. saya belum makan dari kemarin sebetulnya. cuma saya malu mas, saya inginnya beli makan sama uang sendiri karena saya bukan pengemis.. saya sebetulnya lapar sekali mas, tapi saya belum dapet uang hasil nyari sampah..

Saya tertegun denger omongan beliau, ga sadar saya ikut ngerasa perih banget dalem hati.. nyesek banget dalem ati saya, saya secara gak sadar hampir netesin airmata.. tapi saya berlagak cool..

A: yaudah, bapak makan aja nasinya.. nanti kalau kurang saya pesankan lagi ya pak? jangan malu-malu..

B: (masi nangis) iya mas.. makasih banyak ya mas.. nanti yang diatas yang bales..

A: iya pak makasi doanya..

Akhirnya saya makan berdua ama beliau,sambil cerita-cerita..

dari cerita beliau saya tau kalo beliau punya dua anak, yang satu uda meninggal karena kecelakaan. yang satunya uda pergi dari rumah gak pulang-pulang udah 3 tahun. istri beliau udah meninggal kena kanker tahun lalu. dan parahnya lagi rumahnya diambil ama orang kredit gara-gara gak bisa ngelunasin uang pinjaman buat ngobatin istrinya..

Miris banget saya dengerin cerita beliau, sebatang kara, gak punya rumah, anaknya durhaka, jarang makan.. malah beliau crita pernah dipalak preman waktu mulung di jakarta..

Rasanya saya beruntung banget ama kondisi saya sekarang, saya nyesel pernah ngeluh tentang kerjaan saya, tentang kondisi kosan saya, dsb.. sedangkan bapak ini dengan kondisi yang serba kekurangan masih selalu tersenyum..

rasanya sepiring nasi padang dan segelas es teh yang saya kasih ga setimpal banget ama pelajaran yang saya dapet..

tadi saya belum ambil uang, jadi saya cuma ngasih seadanya kembalian dari warung padang ke bapak itu,itupun pake eyel2an dulu ma bapaknya soalnya beliau gak mau dikasi uang. tapi akhirnya dengan sedikit maksa saya kasih uang ke beliau. Saya didoain banyak banget ama bapak tadi..

Dan ada satu hal yang bikin saya tercengang waktu mau ninggalin tempat tadi..

sambil jalan saya noleh ke belakang, si bapak udah gak ada.. saya cariin bentar, ternyata si bapak ada di depan kotak amal masjid masukin duit ke dalem kotakan itu!

Saya makin tersentuh ma beliau.. di tengah-tengah kesulitan yang beliau alami, beliau masi sempet amal! berbagi dengan orang lain..

Saya mewek.. saya ngerasa kecil banget sebagai manusia.. saya ngerasa ditunjukin sesuatu yang bener-bener hebat!

Saya berdoa semoga bapak itu dilancarkan segala urusannya, diberi kemudahan dan rejeki berlimpah, dan selalu berada dalam lindungan Tuhan.


SUMBER


Monday, February 24, 2014

Dampak Berpikir Positif dalam Kehidupan Kita



Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik. Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.” Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”. Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.



Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.



Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes. Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”



Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.


SUMBER